Aqua Luncurkan Program ’Satu untuk Sepuluh’
February 13, 2011 by saputra
Filed under Sapa Orator
MASIH banyak daerah di Indonesia yang kesulitan mendapat akses air bersih. Padahal, air bersih merupakan faktor penting untuk mewujudkan hidup sehat.
Di beberapa daerah di Nusa Tenggara Ti mur masih banyak warganya yang mengalami kelangkaan air bersih. Untuk mendapatkannya, tak jarang mereka harus berjalan kaki dengan jarak yang jauh. Alhasil, banyak anak-anak kehilangan waktu bermain karena harus mengambil air.
Di salah satu desa di Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, jarak sumber air dengan rumah penduduk sangat jauh. “Dibutuhkan satu jam untuk pergi pulang membawa air dalam jeriken tiap harinya,” ujar Sustainable Development & CSR Aqua Danone Indonesia Binahidra Logiardi.
Kelangkaan air bersih memang menjadi sumber munculnya berbagai persoalan di TTS. Masa depan sekolah tak terurus karena anak-anak harus berkonsentrasi penuh mencari air bersih. Belum lagi, penyakit demam berdarah, malaria, dan diare akut silih berganti mendera mereka.
“Berangkat dari situlah, Aqua Danone Indonesia melalui Aqua untuk Anak Indonesia (AuAI) berkomitmen aktif mem bantu memperbaiki kesejahteraan anak Indonesia. Pemberdayaan masyarakat di TTS merupakan tahap pertama program Satu untuk Sepuluh yang diluncurkan hari ini.
Sementara, riset awal di TTS sudah di lak sanakan Maret hingga Juni 2008. Pro gram untuk TTS ini bakal berlangsung hing ga pertengahan 2008,” ujar Brand Di rector Aqua, Didi Nugrahadi
Lebih lanjut, Didi mengatakan, sebagai bentuk nyata Satu untuk Sepuluh, pihak Aqua akan menyediakan 10 liter air bersih bagi komunitas untuk kebutuhan memasak, mencuci, dan mandi dari setiap 1 liter botol Aqua ukuran 600 mililiter dan 1.500 mililiter berlabel khusus.
Kembali ke TTS, lanjut Didi, selain pe nyuluhan hidup sehat, Aqua juga akan mengupayakan memperpendek jarak sum ber air ke kawasan penduduk melalui titik-titik pengambilan air. Pembangunan infrastruktur semisal penempatan pipa-pipa penyaluran akan dilakukan.
“Kita perpendek jarak mungkin men jadi 50 meter dari 710 meter tadi,” kata Didi. Selanjutnya, pemeliharaan menjadi per hatian Aqua pula, selain program ber kesinambungan untuk mengikutsertakan warga setempat memelihara sumber air.
“Kami akan pelihara itu berkelanjutan sam pai dengan 10 tahun,” kata Didi. Sejatinya, tambah, Didi, di samping Satu untuk Sepuluh, masih ada dua inisiatif AuAI yang terus berlangsung yakni Danone Nations Cup (DNC) dan Ramsar Game. Tiga mata kegiatan itu terangkum dalam tiga elemen AuAI.
DNC yang digelar sejak 2000 adalah festival sepak bola tahunan untuk anak-anak usia 10-12 tahun. Sampai sekarang sudah sekitar 15 juta anak seluruh dunia berpartisipasi dalam DNC.
Lalu, Ramsar Game yakni board game untuk edukasi pelajar mengenai siklus air dan per lindungan sumber air akan diper luas pen distribusiannya tahun ini menjadi 1.000 sekolah di Jawa, Sumatera, dan Bali.
Tahun lalu, Ramsar Game, yang diambil dari nama konvensi internasional pada 1971 di Kota Ramsar soal pengelolaan sumber air secara bijaksana dan bertanggung jawab, didistribusikan kepada 200 sekolah.
Source: http://www.rmexpose.com
Dukung Putra Indonesia dalam Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA
Aqua sediakan dana Rp12 M untuk program CSR
February 12, 2011 by saputra
Filed under Sapa Orator
ACEH BESAR – Danone Aqua akan terus meningkatkan program Corporate Social Responsibility (tanggung jawab sosial perusahaan-CSR) di Indonesia pada tahun 2010 dengan menambah anggaran menjadi Rp12 miliar atau meningkat 20 persen dari tahun 2009 sebesar Rp10 miliar.
Direktur CSR Danone Aqua, Yann Brault , pagi ini, menyatakan, program CSR akan tetap dilanjutkan bahkan programnya ditingkatkan lagi. Dikatakan, program CSR yang akan dilakukan pada tahun depan akan sama dengan tahun lalu, hanya saja bentuknya akan ditingkatkan lagi.
Danone Aqua memiliki program CSR yang disebut WASH (Water Access, Sanitation, Hygiene Program) yang bertujuan meningkatkan lingkungan bagi masyarakat pra-sejahtera.
Melalui program itu, Aqua berkontribusi secara aktif dan berkelanjutan untuk memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan penyediaan air bersih di Indonesia. Salah satu program WASH adalah program Satu untuk Sepuluh yang kini berada di Nusa Tenggara Timur.
Program tersebut sejalan dan mendukung program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan oleh PBB guna memerangi kemiskinan dan kelaparan di berbagai belahan dunia dengan target di tahun 2015.
Dikatakan, selain itu, Danone Aqua selama tahun 2009 selain program Satu untuk Sepuluh, juga telah melaksanakan 41 kegiatan berupa pendidikan lingkungan, konservasi daerah aliran sungai (DAS) yang berada di 12 lokasi pabrik di seluruh Indonesia.
“Program tersebut juga dibarengi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat, sehingga kegiatan CSR berjalan baik,” katanya.
Source: http://www.waspada.co.id
.
.
.
Dukung Putra Indonesia dalam Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA
Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA
February 1, 2011 by saputra
Filed under Sapa Orator, Utama
Ini adalah tulisan resmi yang saya ikutkan dalam Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA. Bagi teman-teman yang ingin membaca postingan sebelumnya, dapat mengKLIK DI SINI.
Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA adalah Kompetisi yang diadakan oleh Kompas Muda untuk memperingati ulang tahun Kompas Muda (http://www.mudaers.com) yang keempat (4). Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA adalah Kata kunci atau Keywoard resmi yang diperlombakan dalam kompetisi kali ini dengan tema central AIR UNTUK MASA DEPAN.
Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA ini sangat berarti bagi saya secara pribadi, karena TEPAT pada perayaan HUT KOMPAS MUDA yang keempat (4) nanti, BUKU PERDANA saya akan diLAUNCHING. Buku dengan topik REVOLUSI INTERNET MARKETING ini adalah hasil kolaborasi pemikiran dan pengalaman Saya bersama Bapak Agus Setiyawan selaku Pelaku, Pengamat, dan Pembicara Internet Marketing No:1 di Indonesia.
Sebelumnya saya juga ingin berterimakasih kepada Mas Eko dan Mba Digna di Kompas Gramedia yang telah bersedia berdiskusi panjang lebar untuk merencanakan semunya. Saya berharap dan berdo’a semoga semuanya berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Dan Semoga saya dapat menjadi salah satu pemenang Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA pada tahun ini. Amien ya Rabb…
AIR & SANITASI VS PERAN GENERASI MUDA INDONESIA!
Oleh: Putra Indonesia
Data dan Fakta tentang Air dan Sanitasi
1. Hampir separuh dari penduduk dunia mengalami kekurangan air.
2. Hampir satu miliar penduduk dunia tidak memiliki akses ke air yang layak
3. Dinegara berkembang, hampir setiap satu dari empat penduduk tidak memiliki akses terhadap sanitasi bahkan yang paling dasar
4. Kaum perempuan memiliki beban yang paling besar dalam hal memperoleh air untuk ke rumah tangga
5. Kawasan pusat di kota-kota besar umumnya sudah memiliki akses terhadap air dan sanitasi, namun kaum miskin kota biasanya tidak dilayani. Permukiman perkotaan ilegal memiliki kondisi paling merana dan tidak higienis. (Source: UN Habitat Urban World)
Di Dunia yang setengah dari penduduknya hidup di kota-kota, setidaknya 1 milyar orang mengalami bahaya yang terkait dengan kekurangan air bersih dan sanitasi yang tidak memadai Di kota-kota Asia, terdapat 700 juta orang yang mengalami kekurangan air bersih serta 800 juta tanpa sanitasi memadai. Terlebih, dibanyak tempat orang miskin cenderung membayar lebih mahal untuk air dibandingkan dengan orang yang lebih kaya. Di Jakarta saja misalnya ada jutaan penduduknya yang hidup dibawah garis kemiskinan dengan minimnya ketersediaan air bersih dan sanitisi yang buruk.
Penyediaan air bersih dan pembangunan sanitasi di Indonesia masih sangat lambat dibandingkan dengan Negara-negara lain di tingkat regional dengan tingkat pembangunan ekonomi yang relative sama.
Sebagai rakyat biasa tentu kita merasa sangat kecewa dengan janji-janji wakil rakyat. Disaat pemilihan umum (pemilu) mereka begitu mudahnya menebar janji dan memberikan harapan semu. Namun, begitu mereka terpilih semuanya pun berlalu. Maka kita lihatlah sekarang…
Sebenarnya PEMERINTAH mempunyai kewajiban mendasar untuk MEMENUHI kebutuhan dasar seluruh penduduk Indonesia termasuk AIR
Beberapa tahun yang lalu, pada tahun 2003 saat peringatan global yang bertemakan water and sanitation for cities di kota Brazil. Tepatnya di Kota Rio De Janeiro. Saat itu, peserta dari seluruh dunia mengunjungi kawasan Caju, kawasan kumuh yang dihuni oleh sekitar 800 keluarga. Kawasan ini tipikal dengan kawasan kumuh yang ada di bagian kota lainnya dimana hampir 20 persen dari penduduk Kota Rio De Janeiro tinggal. Yang menarik dari Caju adalah penduduk memiliki akses yang sangat baik terhadap air dan sanitasi, listrik, transportasi dan layanan sosial.
Caju adalah kota yang berada di tepiah sungai. Caju merukapan hasil positif dari percontohan inisiatif kota “Slum to Neighbourhood” yang telah dimulai pada tahun 1993. Menteri perkotaan Brazil pada waktu itu mengungkapkan akses yang lebih baik terhadap air dan sanitai menjadi prioritas Brazil dalam pemenuhan kebutuhan dasar kaum miskin perkotaan. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah Brazil dalam memberikan kesetaraan hak akan Kota untuk kaum miskin perkotaan. Pertanyaannya kemudian, Bagaimana dengan pemerintah Indonesia? Yang memiliki banyak kota kumuh dengan air dan sanitasi yang sangat jauh dari kata layak. Apakah juga memiliki Komitmen seperti pemerintahan Brazil?
Saat ini ditahun 2011, isu air dan sanitasi tetap menjadi isu yang krusial, terlebih hanya 4 tahun lagi menjelang tahun 2015 ketika tujuan MDG’s Goal harus dicapai. Dari segi pemenuhan air, memang sudah lebih banyak orang yang memiliki akses terhadap air layak dan lebih banyak orang yang telah dapat mengakses fasilitas sanitasi. Namun, untuk bisa memenuhi target MDG’s usaha pemenuhan target harus dilakukan lebih cepat dan lebih baik. Bukankah lebih cepat lebih baik???
Peran Generasi Muda Bangsa
Kita tahu bahwa memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Indonesia termasuk air, pada dasarnya adalah kewajiban dari pemerintah. Namun, bukan berarti kita tidak dapat melakukan apa-apa. Terutama generasi muda Indonesia yang identik dengan agen perubahan atau agent of change istilah yang sering digunakan oleh para mahasiswa.
Dan itu telah terbukti. Ungkapan President pertama republik Indonesia “berikan aku 10 pemuda, maka akan aku ubah dunia” benar adanya. Generasi muda adalah generasi pembaharu (young changemakers). Disinilah kita mengambil peran! Seperti yang telah dilakukan oleh teman-teman saya yang terpilih sebagai Young Changemakers Indonesia pada tahun 2010 lalu. Kegiatan yang dilakukan mereka bisa menjadi contoh gerakan-gerakan pembaharuan oleh generasi muda.
Mas Amiruddin Muttaqin melalui Gerakan pemuda pemantau dan pelestari Brantas berbasis sekolah telah melakukan gerakan yang sangat inspiratif bagi generasi muda. Ia melihat Kali(sungai) Brantas merupakan sumber air baku PDAM untuk masyarakat Surabaya. Namun, semakin lama kualitasnya semakin menurun akibat pencemaran, baik yang dilakukan oleh pabrik ataupun rumah tangga. Ia menyadari bahwa masalah Kali Brantas bukan hanya masalah kelompok masyarakat di tengah atau hilir saja namun masalah Kali Brantas adalah masalah kita bersama. Baik masyarakat yang berdomisili didaerah hulu, tengah atau hilir. Oleh karena itu, penyelesaiannya pun harus dilakukan bersama-sama.
Ia melakukan kegiatan pendampingan pada pelajar khususnya yang sekolah di pinggir Kali Brantas. Ia membentuk Brantas Community. Komunitas yang mewadahi para pelajar yang bersekolah di daerah bantaran Brantas dari mulai daerah hulu, tengah, hilir. Di komunitas ini Amir memfasilitasi anak muda untuk menjadi agen perubahan. Ia mengajak pelajar dan sekolah yang ada di sekitar Kali Brantas Jawa Timur (Jombang, Mojokerto, Gresik, Sidoarjo dan Surabaya) untuk mengenal Kali Brantas melalui kegiatan penelitian serangga air sebagai indikator kualitas air. Keterlibatan pelajar secara langsung di lapangan dapat memunculkan ide – ide kreatif yang dapat dijadikan solusi permasalahan di Kali Brantas. Dalam kegiatan ini pelajar lebih banyak melakukan kegiatan di lapangan yang menyasar isu Kali brantas yang ada di wilayah mereka, kemudian mereka membuat action plan untuk menyelamatkan sumber air di sekitar sekolah mereka. Melalui kegiatan tersebut diharapkan sekolah dan pelajar dapat menjadi bagian solusi permasalahan lingkungan di wilayah mereka.
Hingga kini, setidaknya ada 10 pelajar yang ia dampingi secara intensif yang telah menjalankan kegiatan sosialnya untuk berperan serta menyelamatkan Kali Brantas dan sebagian besar pelajar ini pun telah mampu menunjukkan dampak nyata yang diberikan kepada masyarakat.
Ada juga wiwik kurniati yang menggagas Gerakan Patroli Brantas Young Defender. Ia Menggerakan puluhan pelajar di sekitar sungai Brantas untuk menjaga dan memantau kwalitas sungai melalui patroli sepeda. Menariknya wiwik adalah salah seorang siswi di SMPN 2 Jetis Mojokerto.
Salah satu motivasinya mengagas kegiatan tersebut adalah kondisi kali Brantas yang sangat memprihatinkan. Wiwik melihat banyak masyarakat buang sampah sembarangan ke sungai dan beberapa penambang pasir tradisional yang menambang pasir di daerah bantaran. Berawal dari hobi bersepeda, Wiwik dan beberapa temannya di SMPN Jetis berinisiaif untuk menciptakan inovasi yang bernama “PATROLI SEPEDA BRANTAS (PSB)” yang dimulai pada akhir tahun 2008.
Di rute patroli, mereka melalui 4 pos dengan kegiatan menarik di masinh-masing pos. Di pos satu (1) mereka melakukan pemantauan kualitas air kali Brantas, sedangkan di pos kedua(2) mereka mewawancarai penambang pasir tradisional. Di pos ketiga (3) mereka kembali melakukan pemantauan kualitas air untuk membandingkan dengan hasil pantauan di pos 1. Hal ini karena mereka melihat banyaknya sumber pencemar di sepanjang jalur dari pos 1 hingga pos 3. Kemudian di pos empat (4) mereka beristirahat sambil mendiskusikan hasil temuan mereka di sebuah jembatan unik nan bersejarah. Hasil temuannya ini juga dipublikasikan kepada masyarakat luas melalui buletin yang mereka buat sendiri.
Selain mas Amir dan Wiwik, Ada juga Nur Komariah dengan Carbon Bank Brantas Community. Yang memelopori kegiatan melestarikan bantaran sungai Brantas dengan mengelola investasi masyarakat dalam carbon bank (pengelolaan tanaman produktif bantaran). Ia melihat bantaran kali Surabaya memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian dan kualitas sungai. Dan pohon merupakan salah satu bentuk investasi bagi penyelamatan bantaran.
Melalui inisiatif Carbon Bank, Nur mengajak berbagai pihak untuk bersama- sama menjaga bantaran kali Surabaya. Ia mengajak orang- orang untuk menginvestasikan uangnya pada pohon yang kemudian ditanam di daerah bantaran. Pohon yang ditanam tersebut sebagian adalah tanaman produktif. Tidak hanya berhenti pada kegiatan menanam, Nur juga mengajak anak muda karang taruna dan masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran untuk merawat tanaman tersebut. Ketika panen, hasilnya dibagi- bagi untuk pengelola (masyarakat di sekitar bantaran), investor dan juga tim Carbon Bank.
Itu adalah beberapa kegiatan yang dilakukan oleh generasi muda Indonesia dan ada banyak pemuda-pemudi lain yang telah melakukannya. Jadi, tidak ada lagi alasan bagi pemuda untuk tidak melakukannya. Siswa SMP pun dapat melakukannya! Lakukan sesuatu yang kecil untuk sesuatu yang besar!
Inilah yang seharusnya dilakukan oleh generasi muda. Melalui Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA ini, saya ingin mengajak kepada seluruh GENERASI MUDA BANGSA untuk Tidak hanya bisa mengeluh dan memrotes pemerintah, tapi juga dibuktikan dengan wujud nyata. Jika kita ingin suatu PERUBAHAN maka lakukanlah “PERUBAHAN”. Karena setiap dari kita adalah AGEN PERUBAHAN!
We are Young & We are Changing The Wolrd!
Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC
February 19, 2010 by saputra
Filed under Featured Conten
Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC. Kompetisi inilah yang menginspirasikan saya untuk menulis artikel ini. Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC ini diadakan oleh Komunitas Kompas Muda dengan tema “Bangga Indonesia”.
Untuk Membaca Artikel saya selengkapnya, Klik disini:
Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC





