TERIMA KASIH

June 5, 2010 by saputra  
Filed under Utama

Terima kasih telah mengirimkan karya Anda untuk berpartisipasi dalam Lomba Cerpen 2010 ini…. kami memberikan waktu tambahan atau Extended Time hingga hari ini (5 Juni 2010) karena banyaknya peserta yang terlambat mengirimkan karya… semua naskah yang masuk akan kami serahkan ke dewan juri hari ini

Sangat banyak Karya yang masuk ke email panitia penyelenggara, dan ini adalah suatu yang sangat membanggakan terhadap dunia sastra Indonesia.

Disamping itu, panitia penyelenggara dan dewan juri harus bekerja extra untuk menyeleksi semua karya yang masuk. sebab, banyak yg tidak sesuai dengan syarat dan ketentua lomba. tapi kami mengambil kebijakan untuk menerima semua karya yg masuk. dan karya yang masuk setelah hari ini, tidak akan kami terima lagi.

Sehubungan dengan hal itu, Pengumuman 3 pemenang dan 17 nominator diundur maksimal hingga akhir bulan ini. Sedangkan informasi tentang penerbitan antologi cerpen, akan kami informasikan kemudian (menunggu konfirmasi dari penerbit). Buat teman-teman dan calon sastrawan muda Indonesia yg mengikuti kompetisi ini, Sabar ya…^_^

Akan ada hadiah tambahan bagi para pemenang dan nominator. Karena panitia penyelenggara mendapatkan donatur baru. (ternyata masih ada ya yang peduli dengan sastra :-)

Jika Anda terpilih sebagai pemenang atau nominator dalam kompetisi ini, kami akan menghubungi Anda secara langsung melalui email (dan bila perlu, telepon).

Namun bila Anda belum mendapatkan kabar dari kami hingga tanggal 30 Juni 2010, kami berharap Anda dapat ikut serta pada kompetisi berikutnya…

dan jangan berkecil hati, karena 100 besar cerpen yang diikutsertakan dalam kompetisi ini akan kami publikasikan melalui Blog/Web Resmi Lomba Cerpen 2010 ( Url Blog/Webnya akan kami informasikan kemudian)

Kunjungi Terus Blog ini untuk mendapatkan informasi terbaru, atau Blog www.SaputraOnline.com untuk mendapatkan Informasi tentang Kompetisi Tingkat Nasional dan Internasional.

Salam hangat,

Panitia Penyelenggara Lomba Cerpen 2010

Kiprah Wanita dalam Perpolitikan di INDONESIA

April 5, 2009 by saputra  
Filed under Utama

the-power-of-the-dreamsKonteks perubahan politik di tanah air yang diikuti dengan perubahan sistem politik secara mendasar. Perkembangan politik nasional dewasa ini (di era reformasi) berjalan seiring dengan sistem politik Indonesia yang telah berubah, terutama setelah adanya amandemen atau perubahan UUD 1945. Jadi titik pijak konstitusionalnya adalah adanya produk perubahan UUD 1945, yang pada ST MPR 2002 ditetapkan produk amandemen ke-4 UUD 1945, yang kemudian dikenal sebagai UUD Negara Republik Indonesia 1945.

Dalam konteks ini, secara khusus dapat dicatat bahwa perubahan konstitusi kita, sebelumnya belum pernah terbayangkan, mengingat peluang untuk amandemen konstitusi kecil sekali. Namun demikian, begitu terjadi perubahan politik yang cepat dan mendadak, ditandai dengan pengunduran diri Presiden Soeharto, maka desakan berbagai pihak untuk diakukannya perubahan UUD 1945 tidak dapat dielakkan. Fraksi-fraksi di MPR, termasuk Fraksi Partai Golkar (F-PG) di MPR, kemudian sepakat untuk melakukan proses amandemen atas UUD 1945. Setidaknya terdapat empat alasan dalam hal ini:

•    Secara empiris, dalam sejarah kehidupan kenegaraan yang berdasar UUD 1945 telah berlangsung praktik ketatanegaraan yang mengarah pada kekuasaan yang sentralistik, otoriter, dan tertutup.
•    Secara akademis, UUD 1945 mengandung beberapa kelemahan dan kekurangan.
•    Secara historis, para pendiri negara (penyusun UUD 1945) menyatakan UUD ini bersifat sementara, sehingga memungkinkan adanya perubahan.
•    Berdasarkan pertimbangan kebutuhan bangsa, UUD 1945 dipandang kurang mampu lagi mengakomodasi dan mengantisipasi aspirasi yang terus meningkat serta perkembangan global yang semakin kompleks. Adapun garis besar Sistem Politik Indonesia menurut Hasil Amandemen Ke-4 UUD 1945, adalah sebagai berikut:
•    Sistem pemerintahan kita adalah sistem presidensial, dimana presiden dan wakil presiden di pilih melalui pemilu yang demokratis.
•    Sistem kepartaian kita adalah sistem multipartai (banyak partai). Pembentukan partai politik dijamin oleh konstitusi sebagai konsekuensi dari hak kebebasan politik untuk berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat.
•    Konstitusi kita menganut sistem demokrasi langsung. Sistem pemilu kita ditentukan oleh UU (pada pemilu 1999 menggunakan sistem proporsional dengan memilih tanda gambar; pada pemilu 2004 menggunakan sistem proporsional dengan daftar calon terbuka). Pemilu diselenggarakan untuk memilih: Anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota; Anggota DPD; Presiden dan wakil Presiden; Kepala Daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota).
•    Sistem perwakilan kita dimodifikasi dengan disepakatinya pembentukan lembaga baru yakni Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Anggota DPD dan anggota DPR adalah merupakan anggota lembaga MPR. Anggota DPD dipilih melalui pemilu yang demokratis. MPR bukan lagi lembaga tertinggi negara. •    Sistem peradilan kita juga dimodifikasi dengan disepakati pembentukan lembaga baru, yakni Mahkamah Konstitusi (MK), yang memiliki kewenangan di seputar pengajian aspek konstitusional.
•    Adanya amanat penyelenggaraan otonomi daerah secara luas. Singkat kata, dengan adanya perubahan UUD 1945, maka kehidupan kita dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara memasuki era baru dengan sistem politik ketatanegaraan yang baru pula, yang lebih memberikan peluang bagi kehidupan yang demokratis. Kita sadari bahwa wanita dalam kancah perpolitikan sangatlah minim dan seakan akan wanita selalu di rugikan oleh lelaki terbukti dengan adanya undang-undang yang mengatur tentang kursi kaum perempuan di birokrasi, perempuan hanya di batasi tiga puluh persen selebihnya itu untuk kaum lelaki,  dan hal ini bukan berarti bahwa wanita tidak mampu dan bersaing dengan kaum lelaki, untuk saat ini mungkin undang-undang yang mengatur kursi atau jatah di berokrasi masih kokoh artinya tidak ada perubahan tapi bukan berarti undang-undang ini akan terus kokoh selamanya suatu saat pasti akan ada perubahan mengingat kemampuan dan juga semangat perempuan sudah tidak bisa lagi diragukan, kalau kita lihat di permukaan ternyata wanita sudah mulai banyak mewarnai dalam even-even penting misal saja dalam pemilu ,pilgub, pilkada, pilkades bahkan sampai pada tatanan struktur yang paling bawah, ini menunjukkan bahwa wanita tidak seperti yang di bayangkan oleh kebanyakan lelaki, perempuan tugasnya hanya di rumah melayani suami (kata wanita! melayani suami kan ada waktunya masak harus setiap waktu, kapan kerjanya), selain itu juga mendidik dan mengkader anak agar supaya menjadi anak yang cerdas dan baik yang bisa di harapkan oleh bangsa, ada yang mengatakan bahwa wanita adalah lemah baik lemah dalam keilmuan, ketegasan dalam mengambil keputusan, wanita adalah mahkluk sensitif dan feminim dan juga wanita mempunyai kekurangan dalam reproduksi yang akan menghambat keberlangsungan tugasnya dan lain sebagainya dan hampir secara keseluruhan kaum lelaki sepakat dengan alasan-alasan di atas karena itu sifatnya menguntungkan kaum lelaki dan bahkan ada yang mengatakan bahwa tiga puluh persen porsi di birokrasi untuk perempuan sudah cukup banyak mengingat kelemahan dan kekuranganya.

Satu hal mungkin yang perlu di perhatikan bahwasanya itu semua terjadi tidak terlepas dari kualitas demokrasi di Indonesia sehingga ada asumsi siapa pun yang mengatakan bahwa Indonesia adalah Negara demokrasi terbesar di dunia haruslah hati-hati. Lihat saja dalam pemilu, pilgub, pilkada, pilkades perempuan selalu di permasalahkan dengan alasan-alasan yang itu justru merugikan perempauan dan menguntungkan kaum lelaki, padahal makna demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh  rakyat, dan untuk rakyat. Artinya, kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat , dengan wakil mereka di kursi pemerintahan dengan tidak mempermasalahkan perempuan memimpinnya, kalau di anggap keilmuanya mapan dan mampu membawa Indonesian kearah yang lebih baik kenapa tidak mari kita dukung dan gusung bersama-sama karena kekuatan sebuah Negara bukan terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada bawahannya untuk menyatukan komitment dan siap berjuang bersama-sama, Bapak pembangunan soeharto kuat bukan terletak pada soeharto sebagai presiden akan tetapi adanya komitment dari jajaran bawahannya untuk mengarahkan dan menjadikan Indonesia lebih baik.

Satu hal yang perlu di perhatikan bahwasanya sampai kapanpun lelaki takkan pernah mau dan sudi dipimpin oleh kaum perempuan, kaum lelaki boleh mengatakan hal itu bahwa perempuan lebih lemah , tapi kita tidak bisa menutup mata dengan realitas, terbukti dengan adanya orang pertama berpangkat jendral bintang empat di WASHINGTON-AS yaitu perempuan bernama Ann E. Dunwoody. Karir kepangkatan Donwoody secara resmi di kukuhkan dalam sebuah ceremonial promosi di pentagon. Dan tugas barunya sebagai panglima komando logistik militer di Virginia dan di Indonesia-pun pernah di pimpin oleh perempuan dari keturunan pejuang kemerdekaan dan orang pertama di Indonesia pada Zaman Belanda Ibu Megawati Soekarno Putri dari itu bisa di tarik kesimpulan bahwa perempuan juga bisa tampil dan bersaing dengan kaum lelaki.

*Syaifullah (iful) MenLu  KPI/Smt/III. Termasuk salah satu aktivis PMII yang cukup gigih  perjuangannya Dalam keberlangsungan Fakultas Dakwah

Generasi Muda, Mampukah Kita Mengubah DUNIA?

April 5, 2009 by saputra  
Filed under Utama

halo-duniaAmbillah peluang lima perkara sebelum datangnya lima perkara:- Usia muda kamu sebelum tua, masa sihat sebelum sakit, harta kekayaan kamu sebelum papa, masa hidup kamu sebelum mati, dan masa kosong kamu sebelum sibuk.’
Mungkin itulah yang harus menjadi bahan perenungan pada diri kita, bisakah kita berbuat demikian dengan tetap merasa optimis jika diri kita bisa merubah dunia. Perubahan merupakan tonggak awal dalam sebuah keberhasilan, bagaimana tidak? Tanpa adanya perubahan maka kita semua tidak akan bergerak jauh lebih maju. Marx secara terang-terangan telah mengemukakan pandangannya terhadap cara (uslub) “yang seharusnya diambil” oleh gerakan Komunis dalam melakukan perubahan sosial dan mengubah Kapitalisme. Katanya: “Tidak ada jalan bagi menggantikan Kapitalisme dengan Sosialisme kecuali dengan revolusi.” Seperti yang telah dinyatakan kepada kita bahwa pemuda ialah peranan pengubah, yaitu suatu peranan yang amat sulit dan berat tanggung jawababnya. Maka sewajarnya persediaan mereka juga hendaklah sesuai dengan besarnya tanggung jawab dan mas’uliyah tersebut, serta betapa bahayanya atau risiko yang akan dihadapi olehnya. Dari sini, perkara utama yang mesti diingat ialah menentukan skop-skop kasar yang asas bagi persediaan ini sebelum kita masuk secara terperinci.
1- Hendaklah persediaan itu satu persediaan yang sempurna-menyempurnakan Dalam arti kata yang lain, mestinya hendaklah merangkumi semua sudut persediaan, dari segi pemikiran, kejiwaan, pergerakan dan sebagainya. Jangan jadi persediaan itu hanya tertumpu kepada pemikiran semata-mata, atau kerohanian semata-mata, atau pergerakan
politik semata-mata, tetapi ia hendaklah menitik beratkan semua sudut sahsiah supaya menjadi sahsiah Islamiyyah yang sempurna yang mampu bertahan menghadapi cabaran serta berterusan untuk mencapai matlamat.
2- Persediaan yang seimbang
yaitu dengan menitik beratkan setiap sudut dengan kadar yang sepatutnya bukan berlebihan dan tidak pula berkurangan. Ini karena melebihkan perhatian kepada sesuatu sudut akan mengurangkan perhatian kepada sudut lain pula. Ini tidak syak lagi akan membawa kepada keburukan dan menghilangkan keseimbangan sahsiah Islam tadi.
3- Persediaan itu hendaklah praktikal di mana ia tidaklah seharusnya dalam bentuk teori saja, tetapi hendaklah bergantung kepada uslub dan method ‘tatbiqi’ (amali) dalam usaha pembentukan (takwin) dan persediaan, juga untuk mewujudkan contoh baik yang bergerak. Ini berarti persediaan ini ialah melalui harakah dan amal, bukannya melalui ‘maui’zah’ (nasihat) dan pelajaran. Melaksanakan perkara-perkara utama yang asas ini dalam usaha penyediaan, membantu untuk mewujudkan sahsiah yang mantap, yang tidak kabur atau pincang, tidak pula ekstrim dan tidak juga tarakhus (memudah-mudahkan) atau terlalu bertolak ansur. Inilah sahsiah yang diinginkan oleh Islam hari ini dalam proses perubahan.
Bentuk manhaj Bagi Persediaan Pemuda Islam, Ia wajiblah mengandungi tiga perkara pokok:
1-  Persediaan di segi pemikiran.
2-  Persediaan di segi kejiwaan.
3-Persediaan di segi haraki       (Pergerakan).
1- Persediaan di segi Pemikiran
Yang kita maksudkan adalah membentuk aqliyah Islamiyyah (berfikir secara Islam) bagi pemuda-pemuda Islam. Apakah ‘thaqafah’ (pengetahuan) yang diperlukan? Bagi pemuda Islam, supaya membolehkan membangun tanggungjawab yang berat itu, mereka memerlukan pemikiran yang sempurna, yaitu:
A) “Thaqafah Islamiyyah (pengetahuan Islam) wajib mereka persiapkan dengan pengetahuan Islam, di mana pengetahuan yang asli murni terpusat pada usul-dasar dan kaidah. Ia diperlukan awal-awal lagi untuk membina kehidupan di atasnya dan juga sebagai alat untuk menarik orang lain kepadanya. Sesungguhnya orang yang tidak memiliki sesuatu itu tidak mampu memberi. Bagi membentuk thaqafah Islamiyyah ini semestinya dipelajari ilmu-ilmu berikut: Al-Quran dan tafsirnya, as-Sunnah dan ulumnya, as- Sirah an-Nabawiyah, kehidupan para sahabat, fiqh dan usul fiqh, ilmu Aqidah, ilmu Tazkiyah, dan sistem-sistem Islam.
B) Thaqafah Ammah (Pengetahuan Umum) yaitu pemuda-pemuda Islam memerlukan pengetahuan, dengan ilmu dan pemikirannya ia boleh  mengkritik dan menghadapi
mana-mana penyelewengan. Seperti yang disabdakan Rasulullah saw dalam hadis-hadis: ‘barang siapa yang mempelajari bahasa sesuatu kaum itu maka ia akan aman dari tipuan mereka.’
2-Persediaan di segi kejiwaan.
Apa yang kita maksudkan ialah pembentukan kejiwaan secara Islam bagi pemuda Islam.
Kejiwaan Islam itu ialah kejiwaan yang menggunakan naluri dan kecenderungan mengikut hokum syara’, kejiwaan yang mendapatkan fatwa Islam dan berpegang teguh dengan fatwa itu. Maka ia tidak dikuasai oleh hawa nafsu atau dipimpin oleh syahwat dan kepentingan yang banyak mudhorotnya. Persediaan kejiwaan ini samalah pentingnya dengan merialisasikan persediaan pemikiran dan mengamalkan aqliyah Islamiyyah itu. Persediaan kejiwaan ialah menjinakkan jiwa untuk terikat dengan syara’ dalam memenuhi kehendak dan kemauan. Ini dapat dicapai dengan memahami hukum syara’ memenuhi hal semacam itu. Kemudian menjinakkan jiwa untuk menunaikan tanggung jawab ibadah dan tarbawiyah (pendidikan tarbiah). Persediaan kejiwaan merupakan tulang belakang kepada manhaj tarbiyyah. Ia merupakan hati yang berdegup dan dinamo yang menggerakkan segala enjinnya. Di sini wajiblah bagi mereka yang bertanggungjawab memberi tarbiah kepada pemuda-pemuda untuk mengetahui bahwa persediaan kejiwaan ini ialah sebagai batu asas dalam pembinaan sahsiah Islamiyyah. Pemuda Islam pula hendaklah memahami bahwa perhatian berat hendaklah diberi kepada Tazkiatan-Nafsi (membersihkan diri). Ia hendaklah lebih dari segi lain. Kalaulah akal dan
jasad memerlukan makanan seperlunya untuk menjalankan peranan secara sempurna, begitu juga dengan jiwa dan hati, hendaklah diberikan makanan karena dengan jiwa ia beriman dan dengan hati ia menjadi rabbani. Oleh karena itu bagi pemuda Islam, sejauh manapun pengetahuan yang ada padanya tidaklah terjamin selagi pembentukannya tidak rabbani, karena tanpa rabbani, ilmu pengetahuan tidak akan dapat diaplikasikan ke atas taqwa dan keridhaan Allah swt. Dari sini dapatlah kita fahamkan beberapa kali tentang nilai hati yang disebutkan oleh Al-Quran dan sunnah. apabila berbicara tentang manusia. Allah swt berfirman: “Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang orang yang mempunyai hati atau akal atau yang menggunakan pendengarannya”.
26.88-89 “Pada hari yang tidak lagi bermanfaat harta dan anak kecuali mereka yang datang menghadap tuhan dengan hati yang sejahtera”.
3. Persediaan disegi pergerakan.
Setelah kita mantap dengan persiapan kita entah itu dari segi kejiwaan dan pemikiran maka sudah saatnyalah kita melakukan pergerakan yang mampu merubah dunia, dengan title agen of change kita mampu membuktikannya. Bukan dengan kekerasan, bukan dengan tindakan anarkis kita merubah dunia tapi dengan hati yang bersih dan jiwa yang siap untuk tetap berjalan di jalan yang benar dan lurus. Bisakah kita melakukannya??

* Yugo Budi Saputra. Mahasiswa Dakwah dan Aktivis Kampus terkemuka

Saatnya Perempuan Pegang Kendali Perjuangan!!!

April 4, 2009 by saputra  
Filed under Utama

Oleh “Gubernur Fak. Dakwah”

kartini1Ketika dunia meniscayakan pluralitas kehidupan, maka dialog menjadi media utama untuk memperjuangkan ide, gagasan, atau pemikiran, juga kebenaran agama. Segala bentuk kekerasan fisik menjadi tidak absah, bahkan ditentang karena itu, jihad dengan makna perang menjadi tidak relevan untuk kondisi sekarang. Saatnya jihad dikembalikan kepada makna awalnya, saebagai kesungguhan untuk memperjuangkan persaudaraan, perdamaian, dan keadilan, yang tentu merupakan risalah keutamaan islam. Dalam hal demikian perempuan yang selalu disimbolkan dengan kedamaian untuk memegang kendali (perjuangan) keadilan, dan kedamaian.

Dalam banyak ritual keagamaan yang bersifat public seperti  politik umumnya, perempuan sering tidak dilibatkan secara penuh.perjuangan dalam pandangan keagamaan konvensional merupakan salah satu ibadah pulik yang meletakkan perempuan secara tidak setara dengan laki-laki. Sehingga perjuangan, dengan makna apapun, bagian perempuan hanya seputar kasur, dapur, dan sumur, atau kalaupun perang dalam perjuangan perempuan hanya berkisar pada jasa pelayanan, perawatan dan hiburan. Ini merupakan domistifikasi terhadap perempuan melalui ajaran keagamaan, yang tentu tidak sejalan dengan semangat kesetaraan dan keadillan
Perjuangan dalam arti perpolitikan perempuan terhadap publik perlu adanya pemaknaan ulang sehingga menjadi keharusan, bahkan keniscayaan. Lebih-lebih perempuan yang ada kaitannya dengan kondisi kontemporer yang sudah demikian mereduksi makna perjuangan dalam perpolitikan perempuan khususnya, sehingga ia tidak dipahami kecuali dengan arti perang atau kekerasan fisik yang berarti seputar kasur, dapur, dan sumur. Perjungan dengan makna perang dalam ikut andil perpolitikan perempuan harus dipahami sebagai historisitas persinggungan umat masa lalu, karena dalam era global seperti sekarang ini adalah angka kemiskinan didunia mennjukkan bahwa perempuan termasuk kategori miskin. Melihat fenomina tersebut perempuan harus berjuang untuk memerangi kebodohan dan kemiskinan. “kenapa sih, perempuan melacur?” antara lain karena persoalan ekonomi. Mereka terjepit betul dan tidak ada lagi untuk dijual, akhirnya dengan keadaan terpaksa dirinyalah yang dijual. Dari sinilah banyak hal yang perlu diluruskan kembali untuk hal-hal yang berkaitan dengan perempuan termasuk perempuan yang tampil dalam depan public.     Pandangan tentang bahwa perempuan itu lemah sehingga tidak perlu dan bahkan dilarang untuk tampil didepan public, saat ini anggapan seperti itu telah kehilangan argomentasi. Lemah atua kuatnya tidak terkait langsung dengan jenis kelmin, tetapi dengn pelatihan, makanan dan kemauan. Perempuan juga kut bahkan bisa lebih kuat dari laki-lak. Sejarah masa lalu juga membuktikan kemampuan perempuan untuk berjuang, sebutlah misalnya Nasaibah bint Ka’ab r.a  yang menghunus pedang melumpuhkan musuh-musuh yang akan membunuh Nabi Saw pada perang uhud, disaat para sahabad laki-laki terpukul mundur. Ketika perang Khandaq dan penjagaan madinah diserahkan kepada Hasan bin Tsabit, pada saat ada musuh yang menyelundup masuk ke  Madinah, ternyata Hasan gemetar menghadapi dan yang maju melawan bahkan membunuhnya adalah sahabat perempuan Shafyyah. Ratu Syajaratuddun di mesir juga pahlawan perang yang menerima tumpukan kekuasaan setelah berhasil memimpin pasukan perang melawan mongol yang masuk ke wilayahnya. Sejarah juga membuktikan tidak sedikit yang mencatat kemampuan dan kepiawaian perempuan dalam berperang.     Argomentasi keterkaitan dengan kewajiban pelayanan sehingga perempuan tidak diperkenankan tampil didepan public tanpa seidzin suami, juga perlu dipertanyakan kembali. Saat ini perjuangan didepan public khususnya untuk memerangi kemiskinan warga telah menjadi profesi , yang terkait dengan keahlian dan kemampuan, yang bisa saja digeluti oleh laki-laki dan perempuan. Profesi ini lebih terkait dengan relasi Negara dan warga daripada relasi suami dan istri.
Hadis-hadis yang membicarakan tentang “kancah perempuan didunia publik”, bahwa teks-teks tersebut merupakan pemaksaan terhadap jihad, sehingga pemaknaan tersebut sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman. Teks-teks hadist yang menceritakan tentang perempuan juga harus dipahami sebagai penghargaan Nabi  Saw pekerjaan rumah tanggapun juga bernilai tinggi, dihadapan Allah SWT, pekerjaan yang berhubungan dengan publikpun juga akan bernilai tinggi selama tidak hanya untuk semata-mata kepentingan pribadi, sehingga siapapun yang ingin memperoleh derajat tinggi bisa melakukannya, laki-laki dan perempuan, karena banyak factor yang menyatakan bahwa perempuan juga sama seperti laki-laki, meskipu kita sadari karakter antara laki-laki dan perempuan tidak dapat disamakan seperti dalam ayat “Orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan yang sebagian yang lain, sama-sam menganjurkan kepada kebaikan dan menghentikan kemungkaran”. Qs. Al-Taubah, 72.
Dalam hadist juga telah disebutkan bahwa “sebaik-baiknya Jihad (perjuangan) adalah menyatakan kebenaran dihadapan kekuasaan yang otoriter dan dzalim” (Riwayat Al-Nas’i) Jadi jelas dengan melihat latar belakang kondisi dan kompleks situasi tantangan kehidupan kontemporer, sekali lagi perjuangan dalam bidang apapun untuk dinamakan perjuangan tanpa kekerasan  (non-violence) dalam hal ini perempuan dan laki-laki sama-sama dituntut untuk melakukan perjuangan dan mewujudkan kehidupan yang adil, baik, dan sejahtera. Untuk itu perjuangan perempuan selama untuk mewujudkan kehidupan yang adil, baik dan sejahtera.. untuk itu perjuangan perempuan selama untuk mewujudkan keadilan bagi perempuan, dan mengarahkan segala daya dan upaya bagi penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Perjuangan perempuan seperti itu adalah perjuangan yang sesungguhnya dan selain itu untuk memdukung perempuan dan memperjuangkan perempuan yang tepuruk dari ketertindasan budaya, social, politik, termasuk agama. Dan sekarang jika da budaya ternyata otoritas dan dzalim terhadap perempuan perlu adanya pemahaman yang perlu diluruskan, karena saat ini pertempuan paling banyak yang menjadi korban-korban ketimpangan.
Perjuangan keadilan bagi perempuan tentu tidak hanya untuk perempuan tetapi untuk kehidupan yang adil bagi semua. Untuk kedamaian bagi semua, laki-laki dan perempuan. Perjuangan perempuan untuk kedamaian sejati, sedangkan substansi agama adalah kedeamaian. Dan simbol-simbol kedamaian adalah perempuan. Agama hadir untuk keadilan, perdamaian dan, cinta kasih. Perempuan adalh perekat, penjaga, dan pemrakarsanya, sedangkan perjuangan adalah instrumennya. Karena itu, saatnya perempuan untuk memegang kepemimpinan untuk melakukan perjuangan keadilan untuk menciptakan perdamaian sejati dan kehidupan yang penuh cinta kasuh bagi umat manusia.