<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Orator Magazine&#187; Cerpen</title>
	<atom:link href="http://cyberdakwah.saputraonline.com/category/cerpen/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cyberdakwah.saputraonline.com</link>
	<description>Majalah Online Mahasiswa Fakultas Dakwah IAII</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Feb 2011 00:41:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>PENGUMUMAN NOMINATOR LOMBA CERPEN 2010</title>
		<link>http://cyberdakwah.saputraonline.com/pengumuman-nominator-lomba-cerpen-2010</link>
		<comments>http://cyberdakwah.saputraonline.com/pengumuman-nominator-lomba-cerpen-2010#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 18:50:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Sapa Orator]]></category>
		<category><![CDATA[PENGUMUMAN NOMINATOR LOMBA CERPEN 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberdakwah.saputraonline.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Setelah melalui tahap seleksi yg sangat panjang dan melelahkan akhirnya panitia lomba cerpen antar pelajar dan mahasiswa se-Indonesia mengumumkan secara resmi 20 nominator lomba cerpen 2010. lebih dari 1000 karya yg telah masuk ke email panitia. dan ini sama sekali tidak diduga oleh panitia lomba. Sebagian besar adalah penulis-penulis muda yg sangat berbakat dalam dunia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setelah melalui tahap seleksi yg sangat panjang dan melelahkan akhirnya panitia lomba cerpen antar pelajar dan mahasiswa se-Indonesia mengumumkan secara resmi 20 nominator lomba cerpen 2010.</p>
<p style="text-align: justify;">lebih dari 1000 karya yg telah masuk ke email panitia. dan ini sama sekali tidak diduga oleh panitia lomba. Sebagian besar adalah penulis-penulis muda yg sangat berbakat dalam dunia sastra.</p>
<p style="text-align: justify;">Terus terang dewan juri sangat kesulitan untuk memilih 20 nominator ini, namun inilah karya cerpen yang menurut dewan juri dianggap memenuhi kriteria dan layak untuk masuk dalam nominasi lomba cerpen 2010 ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi teman-teman yang telah mengirimkan karya, panitia mengucapkan terimakasih atas partisipasinya. semoga dengan adanya lomba ini, teman-teman semua lebih semangat dalam menulis cerpen dan karya-karya sastra yang lain. panitia juga akan memposting secara bertahap 100 karya cerpen terbaik.</p>
<p style="text-align: justify;">Lomba-lomba berikutnya akan senantiasa kami informasikan kepada teman-teman melalui blog ini dan blog <a href="www.saputraonline.com" target="_self">www.saputraonline.com</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">disamping itu, panitia mohon ma&#8217;af atas keterlambatan pengumuman ini. semua kritik  dan saran konstruktif yang masuk ke email panitia sangat berharga buat  kami. dan itu akan menjadi pertimbangan kami agar lebih profesional  dalam mengadakan kompetisi-kompetisi berikutnya.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Inilah 20 Judul Cerpen yg terpilih sebagai nominator lomba cerpen 2010</strong></p>
<ol>
<li>Bintang itu milik Starla</li>
<li>Pengusaha, sampah dan cinta</li>
<li>Fatwa cinta Ibnu &#8216;Athaillah</li>
<li>Lukisan langit sang bidadari</li>
<li>Pelangi cinta</li>
<li>Di ujung rindu</li>
<li>Kabut sendu tengah hari</li>
<li>Kecupan manis berbuah surga</li>
<li>Hujan dilangit berasap</li>
<li>Satu cermin 4 bayangan</li>
<li>Ibu, dalam doamu kau sebut namaku</li>
<li>Kenari cinta</li>
<li>Lafadz cinta</li>
<li>Sang pencuri sajadah-hati</li>
<li>Sepucuk surat dari surga</li>
<li>Carok lembah karang</li>
<li>Hati yang kelabu</li>
<li>Gadis dalam novelku</li>
<li>Empat alam</li>
<li>Lantunan biola dari langit</li>
</ol>
<p style="text-align: left;">diharapkan kepada nominator untuk melakukan konfirmasi ulang di email: putraterbaikindonesia@gmail.com dengan mencantumkan nama dan alamat lengkap.</p>
<p style="text-align: left;">20 nominator tersebut akan di seleksi ulang dan dipilih 3 peserta sebagai Juara pertama, kedua dan ketiga yang akan diumumkan pd tanggal 30 juni.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberdakwah.saputraonline.com/pengumuman-nominator-lomba-cerpen-2010/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LOMBA CERPEN ANTAR PELAJAR DAN MAHASISWA SE-INDONESIA</title>
		<link>http://cyberdakwah.saputraonline.com/lomba-cerpen</link>
		<comments>http://cyberdakwah.saputraonline.com/lomba-cerpen#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 09:11:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Featured Conten]]></category>
		<category><![CDATA[Sapa Orator]]></category>
		<category><![CDATA[lomba cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberdakwah.saputraonline.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Lomba Cerpen antar Pelajar dan Mahasiswa Se-Indonesia di Perpanjang Hingga 30 Mei 2010 Kompetisi ini diadakan dalam rangka memperingati HUT PIC  dan Lembaga Pendidikan Computer dan Internet Cerdas. TEMA 1. Kisah Cinta dengan latar belakang budaya santri (Islami) dan Umum (Bebas) 2.  Kisah Berselancar di Dunia Maya (Internet) 3.  Pengalaman Menggunakan Internet secara Sehat dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Lomba Cerpen antar Pelajar dan Mahasiswa Se-Indonesia di Perpanjang Hingga 30 Mei 2010<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kompetisi ini diadakan dalam rangka memperingati HUT PIC  dan Lembaga Pendidikan Computer dan Internet Cerdas.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-150" title="Lomba Menulis Cerpen 2010" src="http://cyberdakwah.saputraonline.com/wp-content/uploads/2010/01/Lomba-Menulis-Cerpen-20101.jpg" alt="Lomba Menulis Cerpen 2010" width="506" height="337" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>TEMA</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Kisah Cinta dengan latar belakang budaya santri (Islami) dan Umum (Bebas)</p>
<p style="text-align: justify;">2.  Kisah Berselancar di Dunia Maya (Internet)</p>
<p style="text-align: justify;">3.  Pengalaman Menggunakan Internet secara Sehat dan Cerdas</p>
<p style="text-align: justify;">4.  Tentang Budaya Indonesia</p>
<p style="text-align: justify;">5.  Entrepreneur Muda Indonesia</p>
<p style="text-align: justify;">6.  Islam Kebanggaanku</p>
<p style="text-align: justify;">7.  Semangat Untuk Bangkit</p>
<p style="text-align: justify;">Peserta Bebas Menulis judul apa saja. namun tetap yang ada hubungannnya dengan salah satu diantara ke tujuh(7) tema diatas.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>KRITERIA PESERTA DAN SYARAT PENULISAN</strong></p>
<p>1. Peserta Warga Negara Indonesia (P/L);</p>
<p style="text-align: justify;">2. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar;</p>
<p style="text-align: justify;">3. Cerpen diketik dengan huruf Time New Roman size 12, Spasi 1 ½,  7 – 15 halaman qwarto;</p>
<p style="text-align: justify;">4. Cerpen yang diikutkan lomba adalah karya yang belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun;</p>
<p style="text-align: justify;">5. Setiap peserta boleh mengirimkan maksimal 3 judul Cerpen dari karya terbaiknya;</p>
<p style="text-align: justify;">6. Melampirkan Biografi singkat maksimal 1 halaman;</p>
<p style="text-align: justify;">7. Batas terakhir penerimaan naskah <strong>30 Mei 2010</strong>;</p>
<p style="text-align: justify;">8. Naskah tulisan yang sudah dikirim menjadi hak panitia penyelenggara</p>
<p style="text-align: left;">9. Untuk Memudahkan Peserta dari Seluruh daerah di Indonesia, Naskah dapat dikirimkan melalui Email ke: <a href="mailto:PutraTerbaikIndonesia@gmail.com">PutraTerbaikIndonesia@gmail.com</a> dengan Mencantumkan <strong>Subjek</strong>: Lomba Cerpen 2010</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>PENGUMUMAN NOMINATOR DAN PEMENANG</strong><br />
<strong>5 Juni 2010</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>HADIAH</strong><br />
1. Bagi cerpen nominator dan cerpen pemenang akan dibukukan eksklusif oleh Penerbit GagasMedia. 3 cerpen pemenang, dan 17 cerpen nominator;</p>
<p style="text-align: justify;">2. Bagi cerpen nominator dan cerpen pemenang akan Mendapatkan Piagam Penghargaan sebagai Juara dan Nominator</p>
<p style="text-align: justify;">3. Juara I, II, dan III, akan mendapatkan hadiah berupa Uang Tunai sebesar:</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Juara I               &#8211; Rp.700.000,<br />
Juara II              &#8211; Rp.350.000,<br />
Juara III            &#8211; Rp.150.000,</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>DEWAN JURI</strong><br />
1. Bpk Zainul Walid S.Ag. (Sastrawan, Kritikus Sastra Indonesia, dan Dosen Institut Agama Islam Ibrahimy(IAII) );</p>
<p style="text-align: justify;">2. Bpk Syamsul A.Hasan S.Ag (Penulis Buku Kharisma Kiai. As’ad, Menulis itu gampang kok, dll. Beliau aktif menulis di beberapa media baik lokal maupun Nasional. dan  Beliau juga menjadi dosen tetap di Jurusan Komunikasi IAII);</p>
<p style="text-align: justify;">3. dari Pihak Penerbit (Menunggu Informasi selanjutnya)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>KET:</strong></p>
<p>Untuk Perubahan-Perubahan di kemudian hari (Penerbit, Sponsor, Juri, dls) , akan kami informasikan melalui <a href="http://www.facebook.com/group.php?v=app_2344061033&amp;gid=155651233478#/group.php?v=wall&amp;gid=155651233478">Group Internet Cerdas</a>(FaceBook) dan Web <a href="http://www.cyberdakwah.saputraonline.com/">www.Cyberdakwah.SaputraOnline.com</a>.  Untuk keterangan lebih lanjut hubungi Putra melalui email: <a href="mailto:succesgo@gmail.com">succesgo@gmail.com</a>,</p>
<p>Panitia Penyelenggara<br />
<strong><a href="http://www.facebook.com/group.php?v=app_2344061033&amp;gid=155651233478#/group.php?v=wall&amp;gid=155651233478">Group Internet cerdas</a> &amp; PIC</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Di Dikung Oleh:</strong></p>
<p>1. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah dan BEMI</p>
<p>2. Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Situbondo Jawa Timur</p>
<p>3. Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII)</p>
<p>4. Blog Mahasiswa dan Entrepreneur Muda Indonesia (<a href="www.saputraonline.com"><strong>www.SaputraOnline.com</strong></a>)</p>
<p>5. Portal Majalah Online Mahasiswa Fakultas Dakwah ( <a href="www.Cyberdakwah.SaputraOnline.com">www.Cyberdakwah.SaputraOnline.com</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberdakwah.saputraonline.com/lomba-cerpen/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Radio CINTA</title>
		<link>http://cyberdakwah.saputraonline.com/radio-cinta</link>
		<comments>http://cyberdakwah.saputraonline.com/radio-cinta#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 08:50:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberdakwah.saputraonline.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Syifa Fajriah Pagi hari yang begitu cerah telah mengawali berbagai aktivitas makhluk hidup di belahan bumi, begitu juga dengan Sang Surya yang selalu siap siaga menerangi alam dengan sinarnya, karena saking terangnya Sang Surya menerangi alam pada waktu pagi datang, sampai-sampai mengusik tidurnya seorang gadis cantik yang sedang tidur dengan lelapnya. “Duh…Mama kenapa di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span> <mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --> <!--[endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:SimHei; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:o??????????????¨¬??????2???????; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:1 135135232 16 0 262144 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimHei"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1 135135232 16 0 262144 0;} @font-face 	{font-family:Becker-Medium; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 89.85pt 72.0pt 89.85pt; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-columns:2 even 8.5pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: right;"><em><strong>Oleh: Syifa Fajriah</strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"><span style="color: #ff6600;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-103" title="from-sukorejo-with-love" src="http://cyberdakwah.saputraonline.com/wp-content/uploads/2009/04/from-sukorejo-with-love-150x150.jpg" alt="from-sukorejo-with-love" width="150" height="150" />Pagi hari yang begitu cerah telah mengawali berbagai aktivitas makhluk hidup di belahan bumi, begitu juga dengan Sang Surya yang selalu siap siaga menerangi alam dengan sinarnya, karena saking terangnya Sang Surya menerangi alam pada waktu pagi datang, sampai-sampai mengusik tidurnya seorang gadis cantik yang sedang tidur dengan lelapnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Duh…Mama kenapa di gerai sih kordennya Feyla kan masih ngantuk”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Ya ampun sayang, lihat sudah jam berapa sekarang???”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Mangnya dah jam berapa Ma?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Sekarang sudah jam ½ 10 pagi, ayo bangun masa gadis cantik, gini hari belum bangun sih”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Oh my God Ma…sekarang kan bagian Feyla ngisi program Intrik (Informasi &amp; Trik-trik) di Radio D4kt4 103 ST4R FM Jakarta”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Duh…gimana nih Ma k-lo Feyla telat bisa kena damprat  sama Pak Direktur”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Ya sudah sana cepat mandi, sarapan trus get out deh!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">Bergegas Feyla beranjak dari tempat tidurnya yang berseprai biru kupu-kupu menuju ke kamar mandi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Ma jangan lupa bilang ke Bang Udin tuk siapin Mobilnya Feyla, biar Feyla nanti bisa langsung pakai” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;"> Selesai merapikan  dirinya, Feyla cepat-cepat melewati anak tangga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Sayang ini sarapannya!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Ma…maaf banget yach Feyla buru-buru nih!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Padahal ini sarapan kesukaanmu loh! Roti berselai kacang”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Beneran Ma…?? Ywd deh k-lo gitu Feyla bawa aja biar makannya di mobil aja nanti”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Makasih yach! Ma…Feyla berangkat dulu”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Assalamu’alaikum”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Wa’alaikum salam”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">Tanpa basa-basi dan berpikir panjang lagi Feyla langsung menancapkan gas mobilnya menuju Radio D4kt4 103 ST4R FM Jakarta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Let’s get the beat cintaku adalah musik, musik adalah hidupku So Let’s get the beat….” Itulah musik yang sempat mengalun indah, menemani Feyla untuk menuju ke stasiun Radio D4kt4, lagu yang paling Feyla sukai miliknya Dirly dengan Let’s get the beatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;"> 0O0</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Sreett….”bunyi rem Mobil Feyla</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">Cepat-cepat Feyla keluar dari mobilnya dan menyerahkan kunci mobilnya kepada Security yang ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Titip Mobilnya ya Pak!!!” Tukasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">Sambil mengamati jam tangannya Feyla menggerutu ”Iih…gila dah jam 10 nih! Duh gimana? Kaya’nya aq bakalan kena damprat nih sama Pak Direktur, padahal tadi aq dah ngebut tapi masih aja lambat…huu…”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">Saking seriusnya menggerutu dan mengamati jam tangannya sampai-sampai dirinya tidak sadar telah menabrak seorang cowok yang sedang membawa banyak lembaran Foto Copy.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Bukkk…” terbentur kedua-duanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Ups… sory ga’ sengaja”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Ga’ pa-pa kan?” Ucap Feyla sambil membereskan lembaran foto copy yang berceceran dilantai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Iya ga’ pa-pa” Jawab cowok itu singkat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Ih…nih cewek cantik banget sih! Dah cantik, manis, imut lagi” Kagum cowok itu dalam hatinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Udah ga’ usah aq bisa sendiri koq” Elak cowok itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Ga’ kak yang nabrak duluan kan aq, so aq harus ber-TJ donk!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Kak…sekali lagi maaaf banget! Nih dah aq beresin so aq pergi dulu yach! Coz buru-buru nich!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Iya…iya…thank’s yach! Sudah bantu beresin lembaran foto copy yang berceceran dilantai ini”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Sama-sama kak”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;"> 0O0</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">Disuatu tempat Feyla bertemu langsung dengan Pak Direktur Stasiun Radio D4KT4.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Feyla…Feyla …sudah jam berapa ini?” Semprot Pak Direktur kepada Feyla dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Duh…Pak maaf soalnya tadi Feyla bangunnya kesiangan gitu, So Feyla lambat deh! Bapak ga’ marah kan?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Iya…ga’ pa-pa , oke untuk kali ini  saya kasih dispensasi tapi lain kali jangan lagi! Inget seorang penyiar harus disiplin”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Iya pak Feyla janji ga’ akan ngulangi lagi” Ucapnya mantap dengan menunjukkan jarinya berhuruf V.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">Tidak disangka-sangka menjadi Penyiar Radio D4KT4 103 STAR FM Jakarta benar-benar menjadi sebuah keberuntungan terbesar Feyla, buktinya saja fan’snya sudah menyeruak kemana-mana, meskipun dia masih seumuran jagung di Radio D4KT4 tapi bisa mengalahkan penyiar-penyiar lainnya berkat gayanya yang centil &amp; suara bagusnya ketika siaran. Sampai-sampai pihak Radio D4KT4 menghadirkan seorang pembimbing ditengah-tengahnya, soalnya sekarang Feyla sudah menjadi omzetnya mereka untuk menarik para pemirsa supaya tetap bertahan dengerin gelombang Radio D4KT4 103 STAR FM Jakarta. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Kira-kira siapa pak orang yang akan ngebimbing saya?“ Tanyanya penasaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“O…bentar lagi juga orangnya datang”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Itu…dia” Seru Pak Direktur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Hello…cantik” sambil mengerlingkan matanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">”Hello…juga”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Ha…itu kan cowok yang aq tabrak tadi, jadi…dia yang akan ngebimbing aq, jangan-jangan foto copyan itu diperuntukkan buat aq…Oh God koq bisa sih!” Dalam keadaan heran batinnya berucap. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Loh kalian sudah kenal?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Iya donk pak! Siapa sih yang g’ kenal sama penyiar yang katanya punya suara emas ini udah cantik, manis, imut lagi, mungkin bukan hanya para pendengar setianya Radio D4kt4 aja yang suka sama Feyla tapi Kaya’nya saya juga akan bernasib sama seperti mereka”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Iih…ga’ pak! Kita masih ga’ saling kenal Cuma tadi aq ga’ sengaja nabrak dia, namanya aja ga’ tau siapa? Sok Kenal Sok Deket banget sih!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Oh…gitu! Ya sudah sini saya perkenalkan ini namanya Muhammad Arva kamu bisa panggil dia Arva, dia sudah menjadi penyiar senior disini dan sudah banyak sekali tahu menahu tentang apa-apa yang berbau dengan dunia kepenyiaran, aq yakin kamu pasti akan merasa enjoy jika bersama dengannya soalnya gaya bimbingan yang digunakannya sangat profesional sekali”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“O…gitu ya pak! Ywd k-lo gitu salam kenal aja deh dari Feyla buat Kak Arva, Feyla minta, bimbing Feyla dengan benar-benar ya kak…!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Iya apa sih yang ga’ buat Feyla”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Iih…apaan sih!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Ya sudah saya tinggal dulu yach! Soalnya saya masih banyak pekerjaan nih!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Iya pak silahkan…makasih pak pak sudah memberi kesempatan kepada kita untuk berdua disini”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Oke k-lo gitu saya tinggal ya!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Iih…Kak Arva ngomong apaan sih! Dasar genit…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Oh…Iya Feyla kira-kira mulai kapan nih aq bisa ngebimbing kamu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Ya…k-lo aq sih terserah kakak aja, kapan bisanya…yang penting jangan sampai ganggu waktu kuliahnya aq”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Oke deh!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;"> 0O0</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">Sesampainya dirumah langsung Feyla menemui mamanya dan bercerita panjang lebar tentang semua yang telah dirinya alami ditempat siaran pagi tadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Oh…Iya ma untung aja Pak Direktur tadi ga’ marah-marah sama Feyla eh ga’ taunya Feyla malah disanjung-sanjung gitu…duh seneng banget deh!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Ma…Feyla laper nih!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Ywd gimana biar bibi aja nanti yang bawain ke kamarnya Feyla”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">Sambil menaiki anak tangga satu-persatu Feyla sempat mengelak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Eh…Ma ga’ usah deh! Biar Feyla ambil sendiri aja kan kasian bibi”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“ya sudah”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">Menuju kekamarnya Feyla ga’ lupa menampilkan muka kusutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Uh…bener-bener cape’ banget sih hari ini” gerutunya sambil membantingkan tubuhnya diatas Spring Bad.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Iih…Kak Arva itu nyebelin banget sih, dah nyebelin sok cool, sok berwibawa genit lagi, uh…untung cakep k-lo ga’ cakep males banget deh! mau ngerespon” Ucapnya jengkel.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Iih…ngapain sih aq harus mikirin Kak Arva kaya’ orang kurang kerjaan sih!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Dah ah aq mo mandi trus sholat “n” makan deh!” beranjak dari tempat tidurnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;"> 0O0</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">Besoknya ditempat kuliah </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Sabrina” panggil Feyla kepada sahabatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Eh…Feyla, duh ada apa nih koq kaya’nya mukanya kelihatan berseri-seri gitu?” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Apanya yang berseri-seri menurutku biasa-biasa aja tuh!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Ye…ga’ usah munafik deh! dah kelihatan tuh dari raut wajahmu, jangan-jangan lagi falling in love yach?” Tuding Sabrina.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Ih…falling in love mangnya aq mau falling in love sama siapa? Btw gimana sih! Rasanya orang  lagi falling in love, aq kan JOTI @lias jomblo sejati so ga’ tau deh rasanya gimana k-lo orang lagi jatuh cinta tuh kaya’ apa, kasih tau donk!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“ya…contohnya kaya’ kamu sekarang ini deh!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“masa’ sih kaya’ gitu tapi aq karang ini ga’ ngerasain apa-apa tuh, dah jangan ngaco deh!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">Baru juga jadi penyiar baru di Radio D4KT4 103 ST4R FM Jakarta, ga’ disangka-sangka banyak banget para penggemar memburunya cuma untuk mendapatkan secercah tanda tangan di secarik kertas mereka, bukan hanya Para Mahasiswa dimana tempat dirinya berkuliah saja yang melakukan hal itu kepada Feyla, para penjual disana juga tidak mau kalah untuk berkecimpung didalamnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Ehm…ehm…bangga deh! Yang bentar lagi jadi penyiar kondang di radio terkenal, duh…jadi minder nih!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Iih…Sabrina please deh! Jangan ikut-ikutan kaya’ mereka”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Oh…iya Fey kemarin kamu kenapa ga’ siaran? Aq dengerin bukan suaranya kamu yang muncul tapi suara orang lain?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Iya kemarin aq ga’ siaran coz aq bangunnya kesiangan gitu jadinya aq lambat deh! trusnya Ywd deh aq ga’ siaran”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Sab…tau ga’? ada cowok yang super nyebelin banget tau di tempat siaranku , udah nyebelin, Sok Cool, Sok Berwibawa dah gitu genit banget lagi, huu…untung cakep coba k-lo ga’? males banget deh!mau ngegubris”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Nyebelin…nyebelin…awas suka loh sama dia”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Iih…ga’ ngaruh lagi, aq kan mau tetap Nge-Jomblo sampai Wisuda nanti”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Iya deh! Percaya…percaya…Feyla kan orang yang paling bisa pegang teguh sama prinsipnya”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 11pt;">“Iya donk Feyla gitu loh!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 11pt;">0O0</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> Hari terus berganti sesuai dengan urutan namanya, begitu juga dengan waktu yang tidak mau mengalah untuk mengikuti aturan jarum jamnya. Kejadian aneh telah berhasil menyelimuti kehidupan Feyla selama dirinya menjadi seorang penyiar berkategori paling banyak para Fan’snya. Bunga + Coklat bertengger di Meja Siaran itulah kejadian aneh yang akhir-akhir ini menyelimuti dirinya ketika mau memulai siaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Iih…siapa sih! Yang ngirim bunga + coklat ke Meja Siaranku? Pikirnya keheranan”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> Tidak sengaja Pak Direktur melintas didepan Feyla ”Ada apa Fey…koq kaya’ orang lagi bingung gitu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “”Ini pak ada seseorang yang ngirimin aq bunga + coklat tapi aq ga’ tau  siapa pengirimnya soalnya dia ga’ menyertakan apa-apa di bunga &amp; Coklat ini, bukannya hanya kali ini aja loh pak kejadian seperti ini, herannya aq kenapa setiap aq mau siaran mesti deh! Ada bunga + coklat bertengger disini, kira-kira siapa ya pak pengirimnya?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Mungkin saja itu salah satu dari penggemar rahasianya kamu kali, duh…hebat banget ya! Baru juga jadi penyiar baru disini udah banyak sekali penggemarnya, pake ada penggemar rahasianya segala lagi… ”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Iih Bapak bisa aja deh! Pak dah dulu ya Feyla mau siaran”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Oya silahkan…silahkan!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Well…St4R M4NI4 join lagi bareng Feyla di Radio D4KT4 103 ST4R FM Jakarta, gimana nih kabar para St4r M4ni4 pada pagi hari ini, pastinya baik-baik aja kan? Oke…St4r M4ni4  pada edisi 11 November 2010 ini Feyla akan bersedia nemenin   St4r M4ni4 semuanya, mulai dari titik 10 sampai dengan titik 11 nanti, So Don’t Go Anywhere and Stay Tune terus di Radio D4KT4 103 ST4R FM Jakarta, sekaligus Stay Tune juga nih bareng Rendy Pangalila dengan Lewat Semestanya…Ok deh! Spesial for You All and than Check Out…!!!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> Disela-sela pemutaran lagu ada dua sepasang mata yang terus memerhatikan Feyla selagi dirinya siaran, entah apa yang telah terpikirkan dibenaknya sampai-sampai Feyla terusik dengan keberadaanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> Keluar dari Studio Siaran Feyla langsung berucap “Kak Arva…ngapain disitu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Ga’ ada kakak cuma mau mengontrol kamu aja, gimana sih! Perkembangan kepenyiaran kamu setelah aku bimbing akhir-akhir ini, kakak akui gaya &amp; teknik kepenyiaran kamu makin lama makin bagus aja so ga’ sia-sia donk! kakak ngebimbing kamu selama ini”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Fey…kakak minta maaf yach! K-lo selama ini kakak dah pernah berbuat salah sama kamu”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Iya…dah Feyla maafin ko’ sebelum kakak minta maaf, mangnya kakak mau kemana sih pake acara minta maaf segala kaya’ orang mau mati aja”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Ga’ ada…mungkin besok &amp; seterusnya kakak udah ga’ ada disini lagi coz kakak ditugasi sama Pak Direktur tuk jadi GM (General Manager) di Bandung cabang dari Radio D4KT4 ini”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Ywd k-lo gitu selamat yach! Feyla cuma bisa bilang makasiiih banget udah bersedia ngebimbing Feyla tuk kenal sama dunia kepenyiaran selama ini”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Cuma itu…? Ga’ada lagi…?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Mangnya Feyla mau ngomong apa lagi”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> Sebenarnya ada sesuatu hal yang ingin disampaikan Arva kepada Feyla berhubung Feyla mengeluarkan sifat juteknya so ga’ jadi deh!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 11pt;">0O0</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> Hari berganti hari telah dilewati Feyla dengan penuh keenjoyan menjadi seorang penyiar Radio D4Kt4. Tapi disamping itu, dirinya selalu merasa kehilangan pada sosok yang selalu membimbingnya untuk mengenal dunia kepenyiaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Kira-kira sekarang Kak Arva gi pain yach? Biasanya sih! k-lo jam segini Kak Arva lagi ngajarin aq tentang script siaran”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Iih…kenapa sih! Aq akhir-akhir ini sering banget mikirin Kak Arva, jangan-jangan aq jatuh cinta lagi sama dia?” berpikir sejenak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> Buru-Buru ia menepisnya “ga’…ga’! aq ga’ boleh jatuh cinta dan ga’ boleh pacaran sampe Wisuda nanti, pokoknya aq harus tetap Nge-Jomblo…iya aku harus Nge-Jomblo…” Ucapnya mantap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 11pt;">0O0</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> Satu tahun kini telah berlalu dihadapan Feyla, akhirnya tiba juga hari yang ditunggu-tunggu Feyla, hari dimana dirinya akan menyandang gelar S1 jurusan Bahasa Inggris di STBA Jakarta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Sayang…selamat yach!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Makasih ya! Ma…Pa…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Duh…ga’ nyangka ya anak Mama sekarang sudah diwisuda jadi pingin cepat-cepat nimang cucu nih!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Iih…Mama ini ada-ada aja sih!k-lo Feyla sekarang masih belum berpikir tuk kearah sana soalnya Feyla masih belum ngerasa jadi orang sukses Ma…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Menurut Papa Feyla sudah masuk dalam kategori orang sukses buktinya aja sekarang Feyla sudah jadi seorang Penyiar Radio, Penulis Buku dan sekarang menyandang gelar S1 jurusan Bahasa Inggris di STBA Jakarta”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> Tidak disangka-sangka Feyla melihat  sesosok cowok bertubuh tegap dan berkulit putih memperhatikan dirinya  sejak tadi disudut ruangan sehingga Feyla terheran-heran dibuatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> <img class="alignleft size-thumbnail wp-image-104" title="putus_cinta" src="http://cyberdakwah.saputraonline.com/wp-content/uploads/2009/04/putus_cinta-150x150.jpg" alt="putus_cinta" width="150" height="150" /> “Kak Arva??? Ngapain kakak ada disini?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Selamat yach! Sudah dapet gelar S1 jurusan Bahasa Inggris, kakak kesini cuma mo ngasih selamat aja ke Feyla”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Ko’ kakak tau  k-lo Feyla sekarang diwisuda, tau darimana?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Apa sih yang kakak ga’ tau tentang Feyla”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Feyla tau ga’ siapa yang selalu ngirim bunga + coklat setiap Feyla mau siaran?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Ga’ tau…!!!” Jawabnya singkat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Itu semua kakak yang ngirim”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Tapi kan waktu kakak pindah ke Bandung, kiriman bunga + coklat masih selalu ada yang ngirim setiap Feyla mau siaran”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Iya…Kakak nyuruh orang untuk ngirim itu semua ke kamu”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Fey…Feyla mau ga’ jadi pendamping hidupnya kakak”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Apa kak…? Kakak ga’ bercanda kan?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “K-lo soal kaya’ gini sih kakak ga’ pernah bercanda, lagian sekarang masa jomblonya kamu dah abis khan???, sory…yach! kakak pernah ga’ sengaja baca buku diary kamu, so kakak tau semua deh tentang kamu, dari yang kamu bilang ga’ mo pacaran, maunya langsung nikah aja “n” yang katanya kamu mau Nge-Jomblo sampe kamu diwisuda pokoknya semuanya deh! Lagian salah siapa naruh buku bersifat pribadi di sembarang tempat ” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Iih…kak Arva jahat banget yach! Baca-baca buku diary orang itu pelanggaran HAM tau!” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> ”Langgar sedikit kan ga’ pa-pa” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Gimana mau ga’?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Ga’ mau ah…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “ya udah…!!!” sambil berlalu meninggalkan Feyla.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Eh…eh…maksudnya ga’ mau nolak”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Beneran…? Ga’ bo’ong khan?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Iya….” Jawabnya dengan senyum mengembang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Kak kaya’nya perjalanan cinta kita ini berkat adanya radio deh!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Ywd dinamain RADIO CINTA aja perjalanan kita, gimana setuju ga’?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> “Boleh juga tuh…!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 11pt; font-family: Becker-Medium;">THE END</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberdakwah.saputraonline.com/radio-cinta/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Cinta SANTRI SALAFI</title>
		<link>http://cyberdakwah.saputraonline.com/kisah-cinta-santri-salafi</link>
		<comments>http://cyberdakwah.saputraonline.com/kisah-cinta-santri-salafi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 07:50:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saputra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberdakwah.saputraonline.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Tiga tahun telah berlalu, semenjak aku menginjakkan kaki di penjara suci ini. Hawa yang dulunya kurasa sejuk kini menjadi musim panas khatulistiwa. Sangat beda dengan negeriku dulu. Kultur dan budaya yang sangat berbeda, Strata social semakin jelas terasa. manusia-manusia yang beraneka rupa telah menjelma menjadi kehidupan baruku di negeri kecil yang dipimpin oleh seorang kiai. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span><br />
<mce:style><!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><img class="alignleft size-medium wp-image-82" title="aisa" src="http://cyberdakwah.saputraonline.com/wp-content/uploads/2009/04/aisa-300x199.jpg" alt="aisa" width="300" height="199" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Tiga tahun telah berlalu, semenjak aku menginjakkan kaki di penjara suci ini. Hawa yang dulunya kurasa sejuk kini menjadi musim panas khatulistiwa. Sangat beda dengan negeriku dulu. Kultur dan budaya yang sangat berbeda, Strata social semakin jelas terasa. manusia-manusia yang beraneka rupa telah menjelma menjadi kehidupan baruku di negeri kecil yang dipimpin oleh seorang kiai.<span style="border: 1pt none black; padding: 0cm; background: black none repeat scroll 0% 0%; font-size: 0pt; color: black;"> </span><span> </span>Tak apalah bagiku, Allah telah memberikan kelebihan khusus agar aku bisa beradaptasi dengan cepat dimanapun kakiku melangkah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Tidak seperti biasa, pagi itu aku begitu bingung dan bimbang. sudah satu bulan Nidya, santriwati satu-satunya yang pernah aku kenal, tak lagi menghiasi handphoneku dengan kata-kata indahnya. Aku bingung, apakah dia telah mengetahui isi hatiku yang semakin hari semakin sulit untuk tidak mengingat namanya, Sehingga ia menjauh dan tak pernah lagi mau bersua. Seingatku aku tidak pernah berbuat kesalahan kepadanya. Aku benar-benar gelisah, karena dia yang telah megisi hatiku dengan sesuatu yang tak pernah ada sebelumnya. Hampir tidak mungkin santri lugu sepertiku jatuh cinta. Tapi apakah ini cinta? Fikiran dan logika terbaikku tak mampu menjawabnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">‘ Dread…dread…dread ’</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Sebuah pesan masuk ke nomor hpku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Putra, entar kalo <em>ente</em> jadi, <em>ana</em> tunggu di pemandian, kita berangkat setelah manghrib, oke!”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Subhanallah, sejak kapan aku mudah melupakan janji. Aku bergegas menyiapkan satu steal baju koko dan sarung untuk bekal. Sebab nanti malam aku akan berangkat ke Banyuwangi untuk menghadiri haul almarhum habib Rohman di ponpes tarimulghanna cabang Hadramaut, yang sekarang di asuh oleh Habib Shaleh. Habib shaleh adalah Santrinya Habib umar, pengasuh ponpes hadramaut, sebuah kota dinegeri yaman yang telah<span> </span>melahirkan ribuan ulama kaliber internasional.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Setelah maghrib aku menepati janjiku. Aku berjalan menuju pemandian Pelita. Semakin dekat aku dengan pemandian itu, semakin kacaulah hatiku, keringat dingin membasahi tubuhku. Disanalah rumah seorang muslimah yang namanya telah menyatu dengan aliran darahku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Aku memanggilnya Nidya, padahal santri lain jarang yang memanggilnya demikian. Dengan alasan <span>takut<em> cangkolan</em></span> mereka memanggilnya Neng. Ah, ada-ada aja santri itu, semoga ia tidak sombong<span> </span>dan bangga dengan nama kebesarannya. Alhamdulillah aku tidak melihatnya ketika itu, aku terus berjalan kearah pemandian yang berada tepat di depan rumahnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Assalamu’alaikum… bang husennya ada ? ” Tanyaku pada salah seorang santri di pemandian itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Wa’alaikum salam… ada!, tuh sedang shalat ” jawabnya sambil menunjuk kearah barat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Ooo iya, terima kasih ! ”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Aku menunggu bang husein hingga selesai shalat sambil bercengkrama dengan teman-temanku yang telah lebih dahulu menyelesaikan munajatnya. Ada 7 santri yang kebetulan menghabiskan waktu maghrib di pemandian itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Putra! Apa sekarang kita berangkat? ” Tanya bang husein setelah merampungkan kewajibannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ kalau bisa sekarang, kenapa tidak. kan semakin cepat semakin baik ”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ iya dah, <em>ana</em> siap-siap dulu ya ”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ <em>ana</em> tunggu di mushala aja ya bang !”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Di mushala itu hatiku tak pernah bisa tenang, seakan-akan ia yang kurindu mengawasi semua gerak-gerikku. Aku mengambil al-quran dan membacanya agar waktuku tidak terbuang dengan sia-sia. Lagi-lagi aku merasa ia melihat dan mendengar apa yang ku baca. Hilang sudah keikhlasanku membaca kalam suci tuhan, berganti dengan <em>riya </em>yang tiba-tiba muncul dari dalam dada. Ya rabb ampunkanlah segala dosa-dosaku, aku tak mampu mengendalikan hati dan fikiranku yang telah terbelenggu, karena dia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Ayo put, kita berangkat ! ”, teguran bang husen membuatku tersadar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Udah siap bang?”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Ya udahlah, wong Cuma semalam. Ngapain bawa baju banyak-banyak.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Kamipun bergegas keluar dari mushala diringi dengan do’a menuju ke halte bus. Tak berapa lama bus jurusan Surabaya-Banyuwangi pun tiba. Dengan segera kami menghentikan dan menaiki bis AKAS yang kelihatan tua itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Mungkin karena keletihan dan suasana bis yang gelap tanpa penerangan, kamipun tertidur dengan pulas. Kebiasaan santri yang sulit di hilangkan. <em>Tidur dimana saja dan kapan saja.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Put, put, bangun! Kita udah sampai nih ” suara bang husein membangunkanku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Sampe dimana bang ? ”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Ketapang ”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Kita harus naik taxi lagi jurusan <em>Perliman</em> untuk sampai ke pondok itu ”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Dengan Langkah berat akupun mengikuti langkahnya. Melihat ada angkot yang menawarkan diri, bang husein pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Agar tidak larut malam katanya!. Belum sampai satu kilometer perjalanan, angkot itupun berhenti di pinggir jalan. Tepat di depan warung nasi. Yaa mungkin aja sopirnya lagi laper batinku bergumam, berusaha husnuzzan untuk menghilangkan rasa kekecewaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Aku berusaha menghilangkan kekesalan dengan memainkan HP. Siapa tahu ada pesan masuk. Tapi lagi-lagi aku kecewa. SMS yang ku kirim kemarin belum juga di balasnya. Aku berusaha berbaik sangka. Tapi tetap saja aku gelisah, bingung, sedih, rindu, dan berbagai perasaan lainnya berbaur menjadi satu. Di luar sana udara malam kota Banyuwangi semakin jelas tercitra. Kelembabannya menambah benjolan-benjolan kecil di mukaku. Aku masih mesih mencoba menghubungi Nidya setelah lebih dari sebulan telponku tidak pernah ia angkat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Tepat pukul 21.00 setelah sela 30 menit angkot melaju. Kamipun tiba di ponpes tarimul ghanna. Tenda-tenda telah terpasang dengan megah. Tanda bahwa esok pagi akan diselenggarakan acara akbar. “assalamu’laikum” sapa bang husein kepada sekolompok orang yang asyik menikmati kehangatan kopi malamnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Wa’alaikum salam, ini husein ya? ”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Iya ”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ subhanallah, kaifa haaluk ya akh <a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>? ”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Alhamdulillah, ana bi khair <a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Lama kita nggak jumpa, dan ternyata kehendak Allah menentukan perjumpaan kita disini” kata ilham terharu, teman bang husein tiga tahun yang lalu, yang kini telah berkelurga dengan gadis kota kediri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Yaa begitulah kuasa Allah, ham ! Oia, ngomong-ngomong <em>ente</em> masih sering ikut pengajiannya habaib?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Sering sih, <em>ana</em> emang deket dengan para habaib, jadi <em>ana</em> selalu mengikuti acaranya. Baik di kediri, malang, bangil, dan kota-kota lainnya. Kan yang namanya ngaji nggak cuma di pondok. Ayo husein masuk dan istirahatlah dulu ”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Iya, syukran <a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>! Ana memang agak sedikit letih setelah tiga jam lebih naik kendaraan ”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Bang huseinpun masuk kesebuah ruangan yang telah di sediakan panitia untuk para tamu-tamu yang menginap. Sementara aku tetap membisu, tak mampu megucapkan sepatah katapun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">“ Ayo put, kita rebahan dulu, entar kita shalat isya berjama’ah <em>ples</em> shalat tahajud ”. Akupun menuruti perkataan bang husein.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">* * *</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Malam ini mataku tak bisa terpejam, bulan dan bintang-bintang semakin menambah gemerlap sinarnya. Menerangi panitia haul dan maulid yang sedang sibuk dengan aktivitas masing-masing. Gema yang dipantulkan binatang-binatang malam, semakin membuat romantis suasana malam pesantren ahlilbait.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Aku mengambil HP yang sedari tadi mengurung diri di balik tas. aku yakin dia belum tidur. Karena dulu ia pernah berkata bahwa ia belajar mulai dari isya sampai jam 02.00 malam. Meskipun rasa itu semakin tak terkendali, aku berusaha untuk menstabilkan emosi, karena bagaimapun obat sang pecinta tiada lain kecuali bertemu dengan dambaan hatinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Aku mengirimkan sms untuknya,</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36.3pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36.3pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 8pt;">Askum… Nidya lg ngpain?, udh tidur? Ana punya cerita bagus nih,<span> </span>mu denger g’k?<span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36.3pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Aku lega ketika layar hpku memuncuklkan tulisan ‘sms delivered’. Sambil membaca buku karangan Syekh Taba’tabai aku mengharap ia akan membalasnya. Dugaanku benar, 30 menit kemudian Hpku begetar.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36.3pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36.3pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 8pt;">Wa’laikum slm… Sry telat blz, tadi Nidya lgi ada d OFFICE, ada acara ROAD COUNTRY. Crta apaan? Jd pnsrn nih, mw dong! </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Aku bersyukur ia membalasnya setelah hampir sebulan tidak ada kabar berita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36.3pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt;">Tp sblumx aq mnt ma’f bgt, mungkin crta ni g’k pantes aq ceritain ma Nidya.but, crt ni emg hrs aq crtkn</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Kini, aku tidak lagi menunggu balasannya, sebab bisa jadi esok pagi ia baru membalasnya. Aku kembali menulis,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36.15pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 8pt;">Kmrn, ana pernah mencintai NIdya, ana yakin Nidya juga pasti mengetahuinya. Klimaksya adalah beberpa minggu yang lalu hingga sekarang ini… ana g’k bisa Menghafal alqur’an dengan benar, belajar ng’k konsentrasi, dst. Dan sekarang ana ada di BWI untuk menenangkan dan mendekatkan diri. Beberapa hri yang lalu ana juga pernah menceritakan hal ini kepada kepada shabat karib ana. Dan iapun berusaha memberikan solusi menurut pengalamnnya. Tp ana hanya berkata, mungkin kita berbeda. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">“messege delivered”. Ana masih terus menulis, melanjutkan cerita yang sempat tertunda karena keterbatasan ruang untuk menulis sms. technologi sms hanya memungkinkan mengirim max 450 karakter.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><strong><span style="font-size: 10pt;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 36.15pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 8pt;">Hingga akhirnya ana menyerahkan semuanya kepada Allah dan menyimpulkan bahwa ini bukanlah cinta, sebab bagaimana mungkin ana mencintai manusia sementara ana masih belum bisa mencintai ALLAH?. Sampe-sampe Hati ana suuzzon, riya, takabur, dls disebabkan perasaan ini. Nidya, ana udah 3 tahun lebih mondok di sini, tapi ana g’k pernah bertemu dengan sang pendiri meskipun di dalam mimpi. Seakan semua ibadah yang ana lakukan hampa dan tak bermakna. maksud ana menceritakan hal ikhwal ini, agar hati ana bisa terjaga dan kembali kembali konsentrasi dalam study dan ibadah serta menjalani hari-hari selanjutnya dengan lebih baik. Itupun jika Nidya mau mema’afkan kesalahan yang telah ana sebutkan tadi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Belum sempat sms tersebut terkirim, tanpa terduga ia membalas sms yang telah kukirimkan sebelumnya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 45.15pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 8pt;">trs… kenapa putra g’k ngmong langsung ma Nidya?, mngkn kt bisa menmukan solusiy. Putra udah Aq anggap sahabat, sama halnya dengan Reza… jd apapn yang terjadi sama sahabatku aku harus tau, y seenggaknya…”<span> </span>aku bingung, sedih, bahagia, dan juga sedikit kecewa membaca smsnya. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Dari kata-katanya aku bisa menduga bahwa hatiku dengan hatinya tidaklah sama. Jika hatiku cenderung kepadanya, bisa jadi ia malah sebaliknya. Hal itulah yang sangat aku takutkan, aku takut ia menjauh dariku. Aku sadar, beberapa bulan terakhir, dalam seminggu aku pasti menghubunginya atau minimal mengirimkan sms.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Pernah aku menelpon ia hampir tiga(3) jam lamanya. Mulai dari pukul 23.00 sampai pukul 02.30, begitu asyiknya percakapan itu hingga aku lupa segalanya. Aku juga ngak tau bicara apa saja pada malam itu. tapi hal itu memang fitrahnya sang pecinta, ia akan bahagia jika mendengar suara kekasihnya. Dan ia akan merasa kehilangan jika tak pernah bersua dengannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Aku telah berkali-kali meminta ma’af kepadanya setelah aku sadar bahwa perilaku demikian tidaklah mulia.<span> </span>Tapi ia malah berkata “aku g’k senang jika putra ngomong kayak gitu, apa yang selama ini aku lakukan semata-mata karna kita adalah teman”. Pada malam ini aku benar-benar merasa bersalah. Aku adalah makhluk paling egois. aku tidak menghiraukan perasaannya, kesibukannya, dan semua tentangnya. Yang aku fikirkan adalah bagaimana aku bisa berkomonikasi dengannya. Oh tuhan… maafkanlah hambamu yang penuh kekhilafan ini, aku tidak tahu kepada siapa harus mengeluh dan mengadu jika tidak kepadamu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Aku tidak menghiraukan sms Nidya. Aku langsung mengirimkan sms yang telah aku tulis sebelumnya. “Messege sent”. Agak lama aku menunggu, andai saja tidak ada buku yang bisa aku baca, bisa-bisa aku tertidur pada sa’at itu juga. akhirnya sebuah pesan singkat menggetarkan HPku,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 45.15pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 8pt;">aq ma’afin kok put… tapi ijinkan aku mnta ma’af sama putra, krn mungkin sikpku yang terlalu over dalam berteman hingga bikin putra jadi begini.. ma’afin aku..</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt;"><span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Semakin sedih hatiku membaca balasan smsnyya. Aku sangat-sangat tak bisa mendengarkan ia meminta ma’af kepadaku. Seharusnya akulah yang meminta ma’af 1000X kepadanya, sebab aku merasa bahwa aku adalah makhluk yang paling berdosa, kehidupanku penuh dengan maksiat, aku selalu menykiti hati teman-temanku. Tak pantas gadis suci sepertinya memohon ma’af dariku. Apa salah dia kepadaku??? Aku berusaha memendam kesedihan dan berusaha sebijak mungkin membalas smsnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 45.15pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 8pt;">G’k over kok Nid… biasa aja. Mungkin Krn ana ngak terbiasa bergaul dengan teman-teman cwek jadinya yang kayak gini.. tp jujur! Ada dua muslimat yang<span> </span>ketika melihatnya bisa mengigatkan semua kesalahan ana, dan salah satunya adalah Nidya</span></strong><span style="font-size: 8pt;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Messege delivered.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Setelah semua prahara yang terjadi didalam hatiku, aku ceritakan kepadan Nidya, aku merasa sangat lega, aku bangga karena tidak termasuk orang-orang pengecut, yang tidak berani mengungkapkan perasaannya kepada orang yang ia cintai. aku juga bersyukur Karena tidak seperti mereka yang sedih ketika cintanya bertepuk sebelah tangan dan bahagia ketika cintanya di<span> </span>terima.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 45.15pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 45.15pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 8pt;">The story is ended, and NOW I wanna beganing the New story..!, ms. Nidya don’t ever say my story to other man or women whoever… PleasE,,,, Okay!<span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Messege sent.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Itulah sms terakhir yang ku kirimkan kepadanya. Kulihat jam telah menunjukan jarumnya keangka 12 malam. Masih ada beberapa jam untuk istirahat, sebelum melaksanakan shalat isya dan tahajud bersama bang husein. Esok hari, tubuhku harus dalam keadaan bugar dan stamina yang prima. Haul dan maulidnya habaib pasti akan sangat berkesan, dan aku tidak mau melewatkannya. Akupun memejamkan mata seraya berdo’a agar aku terhindar dari tipudaya iblis dan pengikutnya.<img class="alignright size-thumbnail wp-image-84" title="20" src="http://cyberdakwah.saputraonline.com/wp-content/uploads/2009/04/20-150x150.gif" alt="20" width="150" height="150" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Malam telah menjadi saksi atas kejujuran hambanya, ia telah melepaskan jaring-jaring cinta semu. Ia sadar, tak perlu baginya untuk mencari dan mendapatkan dambaan hatinya. Sebab tiada daya bagi seorang hamba untuk menentukan nasibnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Tugasnya hanyalah berusaha, hanya itu!. Dunia hanyalah permainan. dan aku akan bermain di dunia ini sebagaiman bermainnya imam-imam terdahulu, kekasih allah, orang-orang yang memegah teguh ajaran agamanya dan mereka yang selalu berusaha menjaga kesucian jiwa raga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><strong><em><span style="font-family: Aachen-Bold;">THE END</span></em></strong></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Apa kabar wahai saudaraku ?</p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Alhamdulillah aku baik-baik saja</p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size: 10pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Terima kasih</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberdakwah.saputraonline.com/kisah-cinta-santri-salafi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

