PENGUMUMAN NOMINATOR LOMBA CERPEN 2010
June 28, 2010 by saputra
Filed under Cerpen, Sapa Orator
Setelah melalui tahap seleksi yg sangat panjang dan melelahkan akhirnya panitia lomba cerpen antar pelajar dan mahasiswa se-Indonesia mengumumkan secara resmi 20 nominator lomba cerpen 2010.
lebih dari 1000 karya yg telah masuk ke email panitia. dan ini sama sekali tidak diduga oleh panitia lomba. Sebagian besar adalah penulis-penulis muda yg sangat berbakat dalam dunia sastra.
Terus terang dewan juri sangat kesulitan untuk memilih 20 nominator ini, namun inilah karya cerpen yang menurut dewan juri dianggap memenuhi kriteria dan layak untuk masuk dalam nominasi lomba cerpen 2010 ini.
Bagi teman-teman yang telah mengirimkan karya, panitia mengucapkan terimakasih atas partisipasinya. semoga dengan adanya lomba ini, teman-teman semua lebih semangat dalam menulis cerpen dan karya-karya sastra yang lain. panitia juga akan memposting secara bertahap 100 karya cerpen terbaik.
Lomba-lomba berikutnya akan senantiasa kami informasikan kepada teman-teman melalui blog ini dan blog www.saputraonline.com.
disamping itu, panitia mohon ma’af atas keterlambatan pengumuman ini. semua kritik dan saran konstruktif yang masuk ke email panitia sangat berharga buat kami. dan itu akan menjadi pertimbangan kami agar lebih profesional dalam mengadakan kompetisi-kompetisi berikutnya.
Inilah 20 Judul Cerpen yg terpilih sebagai nominator lomba cerpen 2010
- Bintang itu milik Starla
- Pengusaha, sampah dan cinta
- Fatwa cinta Ibnu ‘Athaillah
- Lukisan langit sang bidadari
- Pelangi cinta
- Di ujung rindu
- Kabut sendu tengah hari
- Kecupan manis berbuah surga
- Hujan dilangit berasap
- Satu cermin 4 bayangan
- Ibu, dalam doamu kau sebut namaku
- Kenari cinta
- Lafadz cinta
- Sang pencuri sajadah-hati
- Sepucuk surat dari surga
- Carok lembah karang
- Hati yang kelabu
- Gadis dalam novelku
- Empat alam
- Lantunan biola dari langit
diharapkan kepada nominator untuk melakukan konfirmasi ulang di email: putraterbaikindonesia@gmail.com dengan mencantumkan nama dan alamat lengkap.
20 nominator tersebut akan di seleksi ulang dan dipilih 3 peserta sebagai Juara pertama, kedua dan ketiga yang akan diumumkan pd tanggal 30 juni.
LOMBA CERPEN ANTAR PELAJAR DAN MAHASISWA SE-INDONESIA
January 30, 2010 by saputra
Filed under Cerpen, Featured Conten, Sapa Orator
Lomba Cerpen antar Pelajar dan Mahasiswa Se-Indonesia di Perpanjang Hingga 30 Mei 2010
Kompetisi ini diadakan dalam rangka memperingati HUT PIC dan Lembaga Pendidikan Computer dan Internet Cerdas.

TEMA
1. Kisah Cinta dengan latar belakang budaya santri (Islami) dan Umum (Bebas)
2. Kisah Berselancar di Dunia Maya (Internet)
3. Pengalaman Menggunakan Internet secara Sehat dan Cerdas
4. Tentang Budaya Indonesia
5. Entrepreneur Muda Indonesia
6. Islam Kebanggaanku
7. Semangat Untuk Bangkit
Peserta Bebas Menulis judul apa saja. namun tetap yang ada hubungannnya dengan salah satu diantara ke tujuh(7) tema diatas.
KRITERIA PESERTA DAN SYARAT PENULISAN
1. Peserta Warga Negara Indonesia (P/L);
2. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar;
3. Cerpen diketik dengan huruf Time New Roman size 12, Spasi 1 ½, 7 – 15 halaman qwarto;
4. Cerpen yang diikutkan lomba adalah karya yang belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun;
5. Setiap peserta boleh mengirimkan maksimal 3 judul Cerpen dari karya terbaiknya;
6. Melampirkan Biografi singkat maksimal 1 halaman;
7. Batas terakhir penerimaan naskah 30 Mei 2010;
8. Naskah tulisan yang sudah dikirim menjadi hak panitia penyelenggara
9. Untuk Memudahkan Peserta dari Seluruh daerah di Indonesia, Naskah dapat dikirimkan melalui Email ke: PutraTerbaikIndonesia@gmail.com dengan Mencantumkan Subjek: Lomba Cerpen 2010
PENGUMUMAN NOMINATOR DAN PEMENANG
5 Juni 2010
HADIAH
1. Bagi cerpen nominator dan cerpen pemenang akan dibukukan eksklusif oleh Penerbit GagasMedia. 3 cerpen pemenang, dan 17 cerpen nominator;
2. Bagi cerpen nominator dan cerpen pemenang akan Mendapatkan Piagam Penghargaan sebagai Juara dan Nominator
3. Juara I, II, dan III, akan mendapatkan hadiah berupa Uang Tunai sebesar:
Juara I – Rp.700.000,
Juara II – Rp.350.000,
Juara III – Rp.150.000,
DEWAN JURI
1. Bpk Zainul Walid S.Ag. (Sastrawan, Kritikus Sastra Indonesia, dan Dosen Institut Agama Islam Ibrahimy(IAII) );
2. Bpk Syamsul A.Hasan S.Ag (Penulis Buku Kharisma Kiai. As’ad, Menulis itu gampang kok, dll. Beliau aktif menulis di beberapa media baik lokal maupun Nasional. dan Beliau juga menjadi dosen tetap di Jurusan Komunikasi IAII);
3. dari Pihak Penerbit (Menunggu Informasi selanjutnya)
KET:
Untuk Perubahan-Perubahan di kemudian hari (Penerbit, Sponsor, Juri, dls) , akan kami informasikan melalui Group Internet Cerdas(FaceBook) dan Web www.Cyberdakwah.SaputraOnline.com. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi Putra melalui email: succesgo@gmail.com,
Panitia Penyelenggara
Group Internet cerdas & PIC
Di Dikung Oleh:
1. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah dan BEMI
2. Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Situbondo Jawa Timur
3. Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII)
4. Blog Mahasiswa dan Entrepreneur Muda Indonesia (www.SaputraOnline.com)
5. Portal Majalah Online Mahasiswa Fakultas Dakwah ( www.Cyberdakwah.SaputraOnline.com)
Radio CINTA
Oleh: Syifa Fajriah
Pagi hari yang begitu cerah telah mengawali berbagai aktivitas makhluk hidup di belahan bumi, begitu juga dengan Sang Surya yang selalu siap siaga menerangi alam dengan sinarnya, karena saking terangnya Sang Surya menerangi alam pada waktu pagi datang, sampai-sampai mengusik tidurnya seorang gadis cantik yang sedang tidur dengan lelapnya.
“Duh…Mama kenapa di gerai sih kordennya Feyla kan masih ngantuk”
“Ya ampun sayang, lihat sudah jam berapa sekarang???”
“Mangnya dah jam berapa Ma?”
“Sekarang sudah jam ½ 10 pagi, ayo bangun masa gadis cantik, gini hari belum bangun sih”
“Oh my God Ma…sekarang kan bagian Feyla ngisi program Intrik (Informasi & Trik-trik) di Radio D4kt4 103 ST4R FM Jakarta”
“Duh…gimana nih Ma k-lo Feyla telat bisa kena damprat sama Pak Direktur”
“Ya sudah sana cepat mandi, sarapan trus get out deh!”
Bergegas Feyla beranjak dari tempat tidurnya yang berseprai biru kupu-kupu menuju ke kamar mandi.
“Ma jangan lupa bilang ke Bang Udin tuk siapin Mobilnya Feyla, biar Feyla nanti bisa langsung pakai”
Selesai merapikan dirinya, Feyla cepat-cepat melewati anak tangga.
“Sayang ini sarapannya!”
“Ma…maaf banget yach Feyla buru-buru nih!”
“Padahal ini sarapan kesukaanmu loh! Roti berselai kacang”
“Beneran Ma…?? Ywd deh k-lo gitu Feyla bawa aja biar makannya di mobil aja nanti”
“Makasih yach! Ma…Feyla berangkat dulu”
“Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikum salam”
Tanpa basa-basi dan berpikir panjang lagi Feyla langsung menancapkan gas mobilnya menuju Radio D4kt4 103 ST4R FM Jakarta.
“Let’s get the beat cintaku adalah musik, musik adalah hidupku So Let’s get the beat….” Itulah musik yang sempat mengalun indah, menemani Feyla untuk menuju ke stasiun Radio D4kt4, lagu yang paling Feyla sukai miliknya Dirly dengan Let’s get the beatnya.
0O0
“Sreett….”bunyi rem Mobil Feyla
Cepat-cepat Feyla keluar dari mobilnya dan menyerahkan kunci mobilnya kepada Security yang ada.
“Titip Mobilnya ya Pak!!!” Tukasnya.
Sambil mengamati jam tangannya Feyla menggerutu ”Iih…gila dah jam 10 nih! Duh gimana? Kaya’nya aq bakalan kena damprat nih sama Pak Direktur, padahal tadi aq dah ngebut tapi masih aja lambat…huu…”.
Saking seriusnya menggerutu dan mengamati jam tangannya sampai-sampai dirinya tidak sadar telah menabrak seorang cowok yang sedang membawa banyak lembaran Foto Copy.
“Bukkk…” terbentur kedua-duanya.
“Ups… sory ga’ sengaja”
“Ga’ pa-pa kan?” Ucap Feyla sambil membereskan lembaran foto copy yang berceceran dilantai.
“Iya ga’ pa-pa” Jawab cowok itu singkat.
“Ih…nih cewek cantik banget sih! Dah cantik, manis, imut lagi” Kagum cowok itu dalam hatinya.
“Udah ga’ usah aq bisa sendiri koq” Elak cowok itu.
“Ga’ kak yang nabrak duluan kan aq, so aq harus ber-TJ donk!”
“Kak…sekali lagi maaaf banget! Nih dah aq beresin so aq pergi dulu yach! Coz buru-buru nich!”
“Iya…iya…thank’s yach! Sudah bantu beresin lembaran foto copy yang berceceran dilantai ini”
“Sama-sama kak”
0O0
Disuatu tempat Feyla bertemu langsung dengan Pak Direktur Stasiun Radio D4KT4.
“Feyla…Feyla …sudah jam berapa ini?” Semprot Pak Direktur kepada Feyla dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Duh…Pak maaf soalnya tadi Feyla bangunnya kesiangan gitu, So Feyla lambat deh! Bapak ga’ marah kan?”
“Iya…ga’ pa-pa , oke untuk kali ini saya kasih dispensasi tapi lain kali jangan lagi! Inget seorang penyiar harus disiplin”
“Iya pak Feyla janji ga’ akan ngulangi lagi” Ucapnya mantap dengan menunjukkan jarinya berhuruf V.
Tidak disangka-sangka menjadi Penyiar Radio D4KT4 103 STAR FM Jakarta benar-benar menjadi sebuah keberuntungan terbesar Feyla, buktinya saja fan’snya sudah menyeruak kemana-mana, meskipun dia masih seumuran jagung di Radio D4KT4 tapi bisa mengalahkan penyiar-penyiar lainnya berkat gayanya yang centil & suara bagusnya ketika siaran. Sampai-sampai pihak Radio D4KT4 menghadirkan seorang pembimbing ditengah-tengahnya, soalnya sekarang Feyla sudah menjadi omzetnya mereka untuk menarik para pemirsa supaya tetap bertahan dengerin gelombang Radio D4KT4 103 STAR FM Jakarta.
“Kira-kira siapa pak orang yang akan ngebimbing saya?“ Tanyanya penasaran.
“O…bentar lagi juga orangnya datang”
“Itu…dia” Seru Pak Direktur.
“Hello…cantik” sambil mengerlingkan matanya.
”Hello…juga”
“Ha…itu kan cowok yang aq tabrak tadi, jadi…dia yang akan ngebimbing aq, jangan-jangan foto copyan itu diperuntukkan buat aq…Oh God koq bisa sih!” Dalam keadaan heran batinnya berucap.
“Loh kalian sudah kenal?”
“Iya donk pak! Siapa sih yang g’ kenal sama penyiar yang katanya punya suara emas ini udah cantik, manis, imut lagi, mungkin bukan hanya para pendengar setianya Radio D4kt4 aja yang suka sama Feyla tapi Kaya’nya saya juga akan bernasib sama seperti mereka”
“Iih…ga’ pak! Kita masih ga’ saling kenal Cuma tadi aq ga’ sengaja nabrak dia, namanya aja ga’ tau siapa? Sok Kenal Sok Deket banget sih!”
“Oh…gitu! Ya sudah sini saya perkenalkan ini namanya Muhammad Arva kamu bisa panggil dia Arva, dia sudah menjadi penyiar senior disini dan sudah banyak sekali tahu menahu tentang apa-apa yang berbau dengan dunia kepenyiaran, aq yakin kamu pasti akan merasa enjoy jika bersama dengannya soalnya gaya bimbingan yang digunakannya sangat profesional sekali”
“O…gitu ya pak! Ywd k-lo gitu salam kenal aja deh dari Feyla buat Kak Arva, Feyla minta, bimbing Feyla dengan benar-benar ya kak…!”
“Iya apa sih yang ga’ buat Feyla”
“Iih…apaan sih!”
“Ya sudah saya tinggal dulu yach! Soalnya saya masih banyak pekerjaan nih!”
“Iya pak silahkan…makasih pak pak sudah memberi kesempatan kepada kita untuk berdua disini”
“Oke k-lo gitu saya tinggal ya!”
“Iih…Kak Arva ngomong apaan sih! Dasar genit…”
“Oh…Iya Feyla kira-kira mulai kapan nih aq bisa ngebimbing kamu?”
“Ya…k-lo aq sih terserah kakak aja, kapan bisanya…yang penting jangan sampai ganggu waktu kuliahnya aq”
“Oke deh!”
0O0
Sesampainya dirumah langsung Feyla menemui mamanya dan bercerita panjang lebar tentang semua yang telah dirinya alami ditempat siaran pagi tadi.
“Oh…Iya ma untung aja Pak Direktur tadi ga’ marah-marah sama Feyla eh ga’ taunya Feyla malah disanjung-sanjung gitu…duh seneng banget deh!”
“Ma…Feyla laper nih!”
“Ywd gimana biar bibi aja nanti yang bawain ke kamarnya Feyla”
Sambil menaiki anak tangga satu-persatu Feyla sempat mengelak.
“Eh…Ma ga’ usah deh! Biar Feyla ambil sendiri aja kan kasian bibi”
“ya sudah”
Menuju kekamarnya Feyla ga’ lupa menampilkan muka kusutnya.
“Uh…bener-bener cape’ banget sih hari ini” gerutunya sambil membantingkan tubuhnya diatas Spring Bad.
“Iih…Kak Arva itu nyebelin banget sih, dah nyebelin sok cool, sok berwibawa genit lagi, uh…untung cakep k-lo ga’ cakep males banget deh! mau ngerespon” Ucapnya jengkel.
“Iih…ngapain sih aq harus mikirin Kak Arva kaya’ orang kurang kerjaan sih!”
“Dah ah aq mo mandi trus sholat “n” makan deh!” beranjak dari tempat tidurnya.
0O0
Besoknya ditempat kuliah
“Sabrina” panggil Feyla kepada sahabatnya.
“Eh…Feyla, duh ada apa nih koq kaya’nya mukanya kelihatan berseri-seri gitu?”
“Apanya yang berseri-seri menurutku biasa-biasa aja tuh!”
“Ye…ga’ usah munafik deh! dah kelihatan tuh dari raut wajahmu, jangan-jangan lagi falling in love yach?” Tuding Sabrina.
“Ih…falling in love mangnya aq mau falling in love sama siapa? Btw gimana sih! Rasanya orang lagi falling in love, aq kan JOTI @lias jomblo sejati so ga’ tau deh rasanya gimana k-lo orang lagi jatuh cinta tuh kaya’ apa, kasih tau donk!”
“ya…contohnya kaya’ kamu sekarang ini deh!”
“masa’ sih kaya’ gitu tapi aq karang ini ga’ ngerasain apa-apa tuh, dah jangan ngaco deh!”
Baru juga jadi penyiar baru di Radio D4KT4 103 ST4R FM Jakarta, ga’ disangka-sangka banyak banget para penggemar memburunya cuma untuk mendapatkan secercah tanda tangan di secarik kertas mereka, bukan hanya Para Mahasiswa dimana tempat dirinya berkuliah saja yang melakukan hal itu kepada Feyla, para penjual disana juga tidak mau kalah untuk berkecimpung didalamnya.
“Ehm…ehm…bangga deh! Yang bentar lagi jadi penyiar kondang di radio terkenal, duh…jadi minder nih!”
“Iih…Sabrina please deh! Jangan ikut-ikutan kaya’ mereka”
“Oh…iya Fey kemarin kamu kenapa ga’ siaran? Aq dengerin bukan suaranya kamu yang muncul tapi suara orang lain?”
“Iya kemarin aq ga’ siaran coz aq bangunnya kesiangan gitu jadinya aq lambat deh! trusnya Ywd deh aq ga’ siaran”
“Sab…tau ga’? ada cowok yang super nyebelin banget tau di tempat siaranku , udah nyebelin, Sok Cool, Sok Berwibawa dah gitu genit banget lagi, huu…untung cakep coba k-lo ga’? males banget deh!mau ngegubris”
“Nyebelin…nyebelin…awas suka loh sama dia”
“Iih…ga’ ngaruh lagi, aq kan mau tetap Nge-Jomblo sampai Wisuda nanti”
“Iya deh! Percaya…percaya…Feyla kan orang yang paling bisa pegang teguh sama prinsipnya”
“Iya donk Feyla gitu loh!”
0O0
Hari terus berganti sesuai dengan urutan namanya, begitu juga dengan waktu yang tidak mau mengalah untuk mengikuti aturan jarum jamnya. Kejadian aneh telah berhasil menyelimuti kehidupan Feyla selama dirinya menjadi seorang penyiar berkategori paling banyak para Fan’snya. Bunga + Coklat bertengger di Meja Siaran itulah kejadian aneh yang akhir-akhir ini menyelimuti dirinya ketika mau memulai siaran.
“Iih…siapa sih! Yang ngirim bunga + coklat ke Meja Siaranku? Pikirnya keheranan”
Tidak sengaja Pak Direktur melintas didepan Feyla ”Ada apa Fey…koq kaya’ orang lagi bingung gitu?”
“”Ini pak ada seseorang yang ngirimin aq bunga + coklat tapi aq ga’ tau siapa pengirimnya soalnya dia ga’ menyertakan apa-apa di bunga & Coklat ini, bukannya hanya kali ini aja loh pak kejadian seperti ini, herannya aq kenapa setiap aq mau siaran mesti deh! Ada bunga + coklat bertengger disini, kira-kira siapa ya pak pengirimnya?”
“Mungkin saja itu salah satu dari penggemar rahasianya kamu kali, duh…hebat banget ya! Baru juga jadi penyiar baru disini udah banyak sekali penggemarnya, pake ada penggemar rahasianya segala lagi… ”
“Iih Bapak bisa aja deh! Pak dah dulu ya Feyla mau siaran”
“Oya silahkan…silahkan!”
“Well…St4R M4NI4 join lagi bareng Feyla di Radio D4KT4 103 ST4R FM Jakarta, gimana nih kabar para St4r M4ni4 pada pagi hari ini, pastinya baik-baik aja kan? Oke…St4r M4ni4 pada edisi 11 November 2010 ini Feyla akan bersedia nemenin St4r M4ni4 semuanya, mulai dari titik 10 sampai dengan titik 11 nanti, So Don’t Go Anywhere and Stay Tune terus di Radio D4KT4 103 ST4R FM Jakarta, sekaligus Stay Tune juga nih bareng Rendy Pangalila dengan Lewat Semestanya…Ok deh! Spesial for You All and than Check Out…!!!”
Disela-sela pemutaran lagu ada dua sepasang mata yang terus memerhatikan Feyla selagi dirinya siaran, entah apa yang telah terpikirkan dibenaknya sampai-sampai Feyla terusik dengan keberadaanya.
Keluar dari Studio Siaran Feyla langsung berucap “Kak Arva…ngapain disitu?”
“Ga’ ada kakak cuma mau mengontrol kamu aja, gimana sih! Perkembangan kepenyiaran kamu setelah aku bimbing akhir-akhir ini, kakak akui gaya & teknik kepenyiaran kamu makin lama makin bagus aja so ga’ sia-sia donk! kakak ngebimbing kamu selama ini”
“Fey…kakak minta maaf yach! K-lo selama ini kakak dah pernah berbuat salah sama kamu”
“Iya…dah Feyla maafin ko’ sebelum kakak minta maaf, mangnya kakak mau kemana sih pake acara minta maaf segala kaya’ orang mau mati aja”
“Ga’ ada…mungkin besok & seterusnya kakak udah ga’ ada disini lagi coz kakak ditugasi sama Pak Direktur tuk jadi GM (General Manager) di Bandung cabang dari Radio D4KT4 ini”
“Ywd k-lo gitu selamat yach! Feyla cuma bisa bilang makasiiih banget udah bersedia ngebimbing Feyla tuk kenal sama dunia kepenyiaran selama ini”
“Cuma itu…? Ga’ada lagi…?”
“Mangnya Feyla mau ngomong apa lagi”
Sebenarnya ada sesuatu hal yang ingin disampaikan Arva kepada Feyla berhubung Feyla mengeluarkan sifat juteknya so ga’ jadi deh!
0O0
Hari berganti hari telah dilewati Feyla dengan penuh keenjoyan menjadi seorang penyiar Radio D4Kt4. Tapi disamping itu, dirinya selalu merasa kehilangan pada sosok yang selalu membimbingnya untuk mengenal dunia kepenyiaran.
“Kira-kira sekarang Kak Arva gi pain yach? Biasanya sih! k-lo jam segini Kak Arva lagi ngajarin aq tentang script siaran”
“Iih…kenapa sih! Aq akhir-akhir ini sering banget mikirin Kak Arva, jangan-jangan aq jatuh cinta lagi sama dia?” berpikir sejenak.
Buru-Buru ia menepisnya “ga’…ga’! aq ga’ boleh jatuh cinta dan ga’ boleh pacaran sampe Wisuda nanti, pokoknya aq harus tetap Nge-Jomblo…iya aku harus Nge-Jomblo…” Ucapnya mantap.
0O0
Satu tahun kini telah berlalu dihadapan Feyla, akhirnya tiba juga hari yang ditunggu-tunggu Feyla, hari dimana dirinya akan menyandang gelar S1 jurusan Bahasa Inggris di STBA Jakarta.
“Sayang…selamat yach!”
“Makasih ya! Ma…Pa…”
“Duh…ga’ nyangka ya anak Mama sekarang sudah diwisuda jadi pingin cepat-cepat nimang cucu nih!”
“Iih…Mama ini ada-ada aja sih!k-lo Feyla sekarang masih belum berpikir tuk kearah sana soalnya Feyla masih belum ngerasa jadi orang sukses Ma…”
“Menurut Papa Feyla sudah masuk dalam kategori orang sukses buktinya aja sekarang Feyla sudah jadi seorang Penyiar Radio, Penulis Buku dan sekarang menyandang gelar S1 jurusan Bahasa Inggris di STBA Jakarta”
Tidak disangka-sangka Feyla melihat sesosok cowok bertubuh tegap dan berkulit putih memperhatikan dirinya sejak tadi disudut ruangan sehingga Feyla terheran-heran dibuatnya.
“Kak Arva??? Ngapain kakak ada disini?”
“Selamat yach! Sudah dapet gelar S1 jurusan Bahasa Inggris, kakak kesini cuma mo ngasih selamat aja ke Feyla”
“Ko’ kakak tau k-lo Feyla sekarang diwisuda, tau darimana?”
“Apa sih yang kakak ga’ tau tentang Feyla”
“Feyla tau ga’ siapa yang selalu ngirim bunga + coklat setiap Feyla mau siaran?”
“Ga’ tau…!!!” Jawabnya singkat.
“Itu semua kakak yang ngirim”
“Tapi kan waktu kakak pindah ke Bandung, kiriman bunga + coklat masih selalu ada yang ngirim setiap Feyla mau siaran”
“Iya…Kakak nyuruh orang untuk ngirim itu semua ke kamu”
“Fey…Feyla mau ga’ jadi pendamping hidupnya kakak”
“Apa kak…? Kakak ga’ bercanda kan?”
“K-lo soal kaya’ gini sih kakak ga’ pernah bercanda, lagian sekarang masa jomblonya kamu dah abis khan???, sory…yach! kakak pernah ga’ sengaja baca buku diary kamu, so kakak tau semua deh tentang kamu, dari yang kamu bilang ga’ mo pacaran, maunya langsung nikah aja “n” yang katanya kamu mau Nge-Jomblo sampe kamu diwisuda pokoknya semuanya deh! Lagian salah siapa naruh buku bersifat pribadi di sembarang tempat ”
“Iih…kak Arva jahat banget yach! Baca-baca buku diary orang itu pelanggaran HAM tau!”
”Langgar sedikit kan ga’ pa-pa”
“Gimana mau ga’?”
“Ga’ mau ah…”
“ya udah…!!!” sambil berlalu meninggalkan Feyla.
“Eh…eh…maksudnya ga’ mau nolak”
“Beneran…? Ga’ bo’ong khan?”
“Iya….” Jawabnya dengan senyum mengembang.
“Kak kaya’nya perjalanan cinta kita ini berkat adanya radio deh!”
“Ywd dinamain RADIO CINTA aja perjalanan kita, gimana setuju ga’?”
“Boleh juga tuh…!”
THE END
Kisah Cinta SANTRI SALAFI

Tiga tahun telah berlalu, semenjak aku menginjakkan kaki di penjara suci ini. Hawa yang dulunya kurasa sejuk kini menjadi musim panas khatulistiwa. Sangat beda dengan negeriku dulu. Kultur dan budaya yang sangat berbeda, Strata social semakin jelas terasa. manusia-manusia yang beraneka rupa telah menjelma menjadi kehidupan baruku di negeri kecil yang dipimpin oleh seorang kiai. Tak apalah bagiku, Allah telah memberikan kelebihan khusus agar aku bisa beradaptasi dengan cepat dimanapun kakiku melangkah.
Tidak seperti biasa, pagi itu aku begitu bingung dan bimbang. sudah satu bulan Nidya, santriwati satu-satunya yang pernah aku kenal, tak lagi menghiasi handphoneku dengan kata-kata indahnya. Aku bingung, apakah dia telah mengetahui isi hatiku yang semakin hari semakin sulit untuk tidak mengingat namanya, Sehingga ia menjauh dan tak pernah lagi mau bersua. Seingatku aku tidak pernah berbuat kesalahan kepadanya. Aku benar-benar gelisah, karena dia yang telah megisi hatiku dengan sesuatu yang tak pernah ada sebelumnya. Hampir tidak mungkin santri lugu sepertiku jatuh cinta. Tapi apakah ini cinta? Fikiran dan logika terbaikku tak mampu menjawabnya.
‘ Dread…dread…dread ’
Sebuah pesan masuk ke nomor hpku.
“ Putra, entar kalo ente jadi, ana tunggu di pemandian, kita berangkat setelah manghrib, oke!”
Subhanallah, sejak kapan aku mudah melupakan janji. Aku bergegas menyiapkan satu steal baju koko dan sarung untuk bekal. Sebab nanti malam aku akan berangkat ke Banyuwangi untuk menghadiri haul almarhum habib Rohman di ponpes tarimulghanna cabang Hadramaut, yang sekarang di asuh oleh Habib Shaleh. Habib shaleh adalah Santrinya Habib umar, pengasuh ponpes hadramaut, sebuah kota dinegeri yaman yang telah melahirkan ribuan ulama kaliber internasional.
Setelah maghrib aku menepati janjiku. Aku berjalan menuju pemandian Pelita. Semakin dekat aku dengan pemandian itu, semakin kacaulah hatiku, keringat dingin membasahi tubuhku. Disanalah rumah seorang muslimah yang namanya telah menyatu dengan aliran darahku.
Aku memanggilnya Nidya, padahal santri lain jarang yang memanggilnya demikian. Dengan alasan takut cangkolan mereka memanggilnya Neng. Ah, ada-ada aja santri itu, semoga ia tidak sombong dan bangga dengan nama kebesarannya. Alhamdulillah aku tidak melihatnya ketika itu, aku terus berjalan kearah pemandian yang berada tepat di depan rumahnya.
“ Assalamu’alaikum… bang husennya ada ? ” Tanyaku pada salah seorang santri di pemandian itu.
“ Wa’alaikum salam… ada!, tuh sedang shalat ” jawabnya sambil menunjuk kearah barat.
“ Ooo iya, terima kasih ! ”.
Aku menunggu bang husein hingga selesai shalat sambil bercengkrama dengan teman-temanku yang telah lebih dahulu menyelesaikan munajatnya. Ada 7 santri yang kebetulan menghabiskan waktu maghrib di pemandian itu.
“ Putra! Apa sekarang kita berangkat? ” Tanya bang husein setelah merampungkan kewajibannya.
“ kalau bisa sekarang, kenapa tidak. kan semakin cepat semakin baik ”.
“ iya dah, ana siap-siap dulu ya ”
“ ana tunggu di mushala aja ya bang !”
Di mushala itu hatiku tak pernah bisa tenang, seakan-akan ia yang kurindu mengawasi semua gerak-gerikku. Aku mengambil al-quran dan membacanya agar waktuku tidak terbuang dengan sia-sia. Lagi-lagi aku merasa ia melihat dan mendengar apa yang ku baca. Hilang sudah keikhlasanku membaca kalam suci tuhan, berganti dengan riya yang tiba-tiba muncul dari dalam dada. Ya rabb ampunkanlah segala dosa-dosaku, aku tak mampu mengendalikan hati dan fikiranku yang telah terbelenggu, karena dia.
“ Ayo put, kita berangkat ! ”, teguran bang husen membuatku tersadar.
“ Udah siap bang?”
“ Ya udahlah, wong Cuma semalam. Ngapain bawa baju banyak-banyak.”
Kamipun bergegas keluar dari mushala diringi dengan do’a menuju ke halte bus. Tak berapa lama bus jurusan Surabaya-Banyuwangi pun tiba. Dengan segera kami menghentikan dan menaiki bis AKAS yang kelihatan tua itu.
Mungkin karena keletihan dan suasana bis yang gelap tanpa penerangan, kamipun tertidur dengan pulas. Kebiasaan santri yang sulit di hilangkan. Tidur dimana saja dan kapan saja.
“ Put, put, bangun! Kita udah sampai nih ” suara bang husein membangunkanku.
“ Sampe dimana bang ? ”
“ Ketapang ”
“ Kita harus naik taxi lagi jurusan Perliman untuk sampai ke pondok itu ”
Dengan Langkah berat akupun mengikuti langkahnya. Melihat ada angkot yang menawarkan diri, bang husein pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Agar tidak larut malam katanya!. Belum sampai satu kilometer perjalanan, angkot itupun berhenti di pinggir jalan. Tepat di depan warung nasi. Yaa mungkin aja sopirnya lagi laper batinku bergumam, berusaha husnuzzan untuk menghilangkan rasa kekecewaan.
Aku berusaha menghilangkan kekesalan dengan memainkan HP. Siapa tahu ada pesan masuk. Tapi lagi-lagi aku kecewa. SMS yang ku kirim kemarin belum juga di balasnya. Aku berusaha berbaik sangka. Tapi tetap saja aku gelisah, bingung, sedih, rindu, dan berbagai perasaan lainnya berbaur menjadi satu. Di luar sana udara malam kota Banyuwangi semakin jelas tercitra. Kelembabannya menambah benjolan-benjolan kecil di mukaku. Aku masih mesih mencoba menghubungi Nidya setelah lebih dari sebulan telponku tidak pernah ia angkat.
Tepat pukul 21.00 setelah sela 30 menit angkot melaju. Kamipun tiba di ponpes tarimul ghanna. Tenda-tenda telah terpasang dengan megah. Tanda bahwa esok pagi akan diselenggarakan acara akbar. “assalamu’laikum” sapa bang husein kepada sekolompok orang yang asyik menikmati kehangatan kopi malamnya.
“ Wa’alaikum salam, ini husein ya? ”
“ Iya ”
“ subhanallah, kaifa haaluk ya akh [1]? ”
“ Alhamdulillah, ana bi khair [2]”
“ Lama kita nggak jumpa, dan ternyata kehendak Allah menentukan perjumpaan kita disini” kata ilham terharu, teman bang husein tiga tahun yang lalu, yang kini telah berkelurga dengan gadis kota kediri.
“ Yaa begitulah kuasa Allah, ham ! Oia, ngomong-ngomong ente masih sering ikut pengajiannya habaib?
“ Sering sih, ana emang deket dengan para habaib, jadi ana selalu mengikuti acaranya. Baik di kediri, malang, bangil, dan kota-kota lainnya. Kan yang namanya ngaji nggak cuma di pondok. Ayo husein masuk dan istirahatlah dulu ”
“ Iya, syukran [3]! Ana memang agak sedikit letih setelah tiga jam lebih naik kendaraan ”
Bang huseinpun masuk kesebuah ruangan yang telah di sediakan panitia untuk para tamu-tamu yang menginap. Sementara aku tetap membisu, tak mampu megucapkan sepatah katapun.
“ Ayo put, kita rebahan dulu, entar kita shalat isya berjama’ah ples shalat tahajud ”. Akupun menuruti perkataan bang husein.
* * *
Malam ini mataku tak bisa terpejam, bulan dan bintang-bintang semakin menambah gemerlap sinarnya. Menerangi panitia haul dan maulid yang sedang sibuk dengan aktivitas masing-masing. Gema yang dipantulkan binatang-binatang malam, semakin membuat romantis suasana malam pesantren ahlilbait.
Aku mengambil HP yang sedari tadi mengurung diri di balik tas. aku yakin dia belum tidur. Karena dulu ia pernah berkata bahwa ia belajar mulai dari isya sampai jam 02.00 malam. Meskipun rasa itu semakin tak terkendali, aku berusaha untuk menstabilkan emosi, karena bagaimapun obat sang pecinta tiada lain kecuali bertemu dengan dambaan hatinya.
Aku mengirimkan sms untuknya,
Askum… Nidya lg ngpain?, udh tidur? Ana punya cerita bagus nih, mu denger g’k?
Aku lega ketika layar hpku memuncuklkan tulisan ‘sms delivered’. Sambil membaca buku karangan Syekh Taba’tabai aku mengharap ia akan membalasnya. Dugaanku benar, 30 menit kemudian Hpku begetar.
Wa’laikum slm… Sry telat blz, tadi Nidya lgi ada d OFFICE, ada acara ROAD COUNTRY. Crta apaan? Jd pnsrn nih, mw dong!
Aku bersyukur ia membalasnya setelah hampir sebulan tidak ada kabar berita.
Tp sblumx aq mnt ma’f bgt, mungkin crta ni g’k pantes aq ceritain ma Nidya.but, crt ni emg hrs aq crtkn
Kini, aku tidak lagi menunggu balasannya, sebab bisa jadi esok pagi ia baru membalasnya. Aku kembali menulis,
Kmrn, ana pernah mencintai NIdya, ana yakin Nidya juga pasti mengetahuinya. Klimaksya adalah beberpa minggu yang lalu hingga sekarang ini… ana g’k bisa Menghafal alqur’an dengan benar, belajar ng’k konsentrasi, dst. Dan sekarang ana ada di BWI untuk menenangkan dan mendekatkan diri. Beberapa hri yang lalu ana juga pernah menceritakan hal ini kepada kepada shabat karib ana. Dan iapun berusaha memberikan solusi menurut pengalamnnya. Tp ana hanya berkata, mungkin kita berbeda.
“messege delivered”. Ana masih terus menulis, melanjutkan cerita yang sempat tertunda karena keterbatasan ruang untuk menulis sms. technologi sms hanya memungkinkan mengirim max 450 karakter.
Hingga akhirnya ana menyerahkan semuanya kepada Allah dan menyimpulkan bahwa ini bukanlah cinta, sebab bagaimana mungkin ana mencintai manusia sementara ana masih belum bisa mencintai ALLAH?. Sampe-sampe Hati ana suuzzon, riya, takabur, dls disebabkan perasaan ini. Nidya, ana udah 3 tahun lebih mondok di sini, tapi ana g’k pernah bertemu dengan sang pendiri meskipun di dalam mimpi. Seakan semua ibadah yang ana lakukan hampa dan tak bermakna. maksud ana menceritakan hal ikhwal ini, agar hati ana bisa terjaga dan kembali kembali konsentrasi dalam study dan ibadah serta menjalani hari-hari selanjutnya dengan lebih baik. Itupun jika Nidya mau mema’afkan kesalahan yang telah ana sebutkan tadi
Belum sempat sms tersebut terkirim, tanpa terduga ia membalas sms yang telah kukirimkan sebelumnya
trs… kenapa putra g’k ngmong langsung ma Nidya?, mngkn kt bisa menmukan solusiy. Putra udah Aq anggap sahabat, sama halnya dengan Reza… jd apapn yang terjadi sama sahabatku aku harus tau, y seenggaknya…” aku bingung, sedih, bahagia, dan juga sedikit kecewa membaca smsnya.
Dari kata-katanya aku bisa menduga bahwa hatiku dengan hatinya tidaklah sama. Jika hatiku cenderung kepadanya, bisa jadi ia malah sebaliknya. Hal itulah yang sangat aku takutkan, aku takut ia menjauh dariku. Aku sadar, beberapa bulan terakhir, dalam seminggu aku pasti menghubunginya atau minimal mengirimkan sms.
Pernah aku menelpon ia hampir tiga(3) jam lamanya. Mulai dari pukul 23.00 sampai pukul 02.30, begitu asyiknya percakapan itu hingga aku lupa segalanya. Aku juga ngak tau bicara apa saja pada malam itu. tapi hal itu memang fitrahnya sang pecinta, ia akan bahagia jika mendengar suara kekasihnya. Dan ia akan merasa kehilangan jika tak pernah bersua dengannya.
Aku telah berkali-kali meminta ma’af kepadanya setelah aku sadar bahwa perilaku demikian tidaklah mulia. Tapi ia malah berkata “aku g’k senang jika putra ngomong kayak gitu, apa yang selama ini aku lakukan semata-mata karna kita adalah teman”. Pada malam ini aku benar-benar merasa bersalah. Aku adalah makhluk paling egois. aku tidak menghiraukan perasaannya, kesibukannya, dan semua tentangnya. Yang aku fikirkan adalah bagaimana aku bisa berkomonikasi dengannya. Oh tuhan… maafkanlah hambamu yang penuh kekhilafan ini, aku tidak tahu kepada siapa harus mengeluh dan mengadu jika tidak kepadamu.
Aku tidak menghiraukan sms Nidya. Aku langsung mengirimkan sms yang telah aku tulis sebelumnya. “Messege sent”. Agak lama aku menunggu, andai saja tidak ada buku yang bisa aku baca, bisa-bisa aku tertidur pada sa’at itu juga. akhirnya sebuah pesan singkat menggetarkan HPku,
aq ma’afin kok put… tapi ijinkan aku mnta ma’af sama putra, krn mungkin sikpku yang terlalu over dalam berteman hingga bikin putra jadi begini.. ma’afin aku..
Semakin sedih hatiku membaca balasan smsnyya. Aku sangat-sangat tak bisa mendengarkan ia meminta ma’af kepadaku. Seharusnya akulah yang meminta ma’af 1000X kepadanya, sebab aku merasa bahwa aku adalah makhluk yang paling berdosa, kehidupanku penuh dengan maksiat, aku selalu menykiti hati teman-temanku. Tak pantas gadis suci sepertinya memohon ma’af dariku. Apa salah dia kepadaku??? Aku berusaha memendam kesedihan dan berusaha sebijak mungkin membalas smsnya.
G’k over kok Nid… biasa aja. Mungkin Krn ana ngak terbiasa bergaul dengan teman-teman cwek jadinya yang kayak gini.. tp jujur! Ada dua muslimat yang ketika melihatnya bisa mengigatkan semua kesalahan ana, dan salah satunya adalah Nidya
Messege delivered.
Setelah semua prahara yang terjadi didalam hatiku, aku ceritakan kepadan Nidya, aku merasa sangat lega, aku bangga karena tidak termasuk orang-orang pengecut, yang tidak berani mengungkapkan perasaannya kepada orang yang ia cintai. aku juga bersyukur Karena tidak seperti mereka yang sedih ketika cintanya bertepuk sebelah tangan dan bahagia ketika cintanya di terima.
The story is ended, and NOW I wanna beganing the New story..!, ms. Nidya don’t ever say my story to other man or women whoever… PleasE,,,, Okay!
Messege sent.
Itulah sms terakhir yang ku kirimkan kepadanya. Kulihat jam telah menunjukan jarumnya keangka 12 malam. Masih ada beberapa jam untuk istirahat, sebelum melaksanakan shalat isya dan tahajud bersama bang husein. Esok hari, tubuhku harus dalam keadaan bugar dan stamina yang prima. Haul dan maulidnya habaib pasti akan sangat berkesan, dan aku tidak mau melewatkannya. Akupun memejamkan mata seraya berdo’a agar aku terhindar dari tipudaya iblis dan pengikutnya.
Malam telah menjadi saksi atas kejujuran hambanya, ia telah melepaskan jaring-jaring cinta semu. Ia sadar, tak perlu baginya untuk mencari dan mendapatkan dambaan hatinya. Sebab tiada daya bagi seorang hamba untuk menentukan nasibnya.
Tugasnya hanyalah berusaha, hanya itu!. Dunia hanyalah permainan. dan aku akan bermain di dunia ini sebagaiman bermainnya imam-imam terdahulu, kekasih allah, orang-orang yang memegah teguh ajaran agamanya dan mereka yang selalu berusaha menjaga kesucian jiwa raga.
THE END


